REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sepak bola kerap mempertemukan keberanian dan risiko dalam satu momen cepat. Di antara upaya mencegah gol dan naluri mempertahankan gawang dari kebobolan, terkadang lahir momen buruk yang tak pernah diniatkan.
Itulah yang ingin ditegaskan pelatih Tottenham Hotspur Thomas Frank saat membela anak asuhnya Micky van de Ven. Penggawa Tottenham itu jadi pesakitan menyusul cedera parah yang dialami penyerang Liverpool Alexander Isak.
Frank angkat bicara setelah pelatih Liverpool Arne Slot menyebut tekel Van de Ven ceroboh dan menjadi penyebab patah tulang fibula yang diderita Isak. Insiden itu terjadi saat Isak mencetak gol pembuka dalam kemenangan Liverpool 2-1 atas Tottenham pada laga Liga Primer Inggris, akhir pekan lalu.
“Jelas saya tidak setuju,” ujar Frank kepada wartawan, Selasa (23/12/2025). “Kita berbicara tentang seorang bek yang berlari sekuat tenaga untuk mencegah gol. Itu situasi transisi, bola bergerak cepat ke samping, dan dia melakukan segala yang dia bisa untuk memblokirnya.”
Menurut Frank, cedera yang dialami Isak lebih disebabkan oleh momen yang tidak berpihak. Sang penyerang menancapkan kakinya tepat di ruang yang sama, membuat benturan terlihat jauh lebih buruk dari yang sebenarnya.
“Jika bek saya tidak melakukan itu, maka saya meragukan naluri seorang bek sejati. Tekel sembrono biasanya memiliki ciri yang jelas, dan saya tidak pernah melihat itu dari Micky,” kata pelatih asal Denmark tersebut.
Lihat postingan ini di Instagram