REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fitroh Rohcahyanto angkat bicara mengenai peluang dilakukannya operasi tangkap tangan (OTT) sebelum tahun 2025 berakhir. Tercatat, tahun 2025 tinggal menyisakan sepuluh hari lagi.
Fitroh mengklaim tak punya rencana mengadakan OTT.
"Untuk OTT kalau ditanya apakah di akhir tahun yang masih sekitar 10 hari ini masih ada akan OTT lagi, ya tidak ada rencana sebetulnya," kata Fitroh kepada wartawan dalam konferensi pers, Senin (22/12/2025).
Walau demikian, Fitroh mensinyalkan bahwa KPK bukan sesuatu yang agendanya dapat diungkap ke publik. Sehingga Fitroh merasa semua proses hukum terus berjalan bahkan di momen jelang natal dan tahun baru ini.
"Tetapi semua berjalan, berproses," ujar Fitroh.
Selain itu, Fitroh menganggap OTT masih dilakukan karena praktek korupsi belum berhenti. Oleh karena itu, Fitroh merasa prihatin dengan fenomena kepala daerah terjerat OTT.
"Ya sebetulnya KPK prihatin kalau kemudian masih ada OTT maknanya kan korupsi masih masif gitu," ujar Fitroh.
Fitroh juga mengajak masyarakat mengawal pembangunan di daerahnya guna mencegah korupsi.
"Ya proses itu masih ada terus, memang KPK mengandalkan keikutsertaan masyarakat. Sehingga banyak sekali memang laporan ke kami untuk kemudian melakukan penindakan," ujar Fitroh.