Senin 22 Dec 2025 08:44 WIB

Pakistan Jual 18 Jet Tempur JF-17 Thunder ke Libya Kubu Khalifa Haftar

Pakistan sebelumnya menjual 40 pesawat JF-17 ke Azerbaijan senilai Rp 16,7 triliun.

Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Marsekal Lapangan Syed Asim disambut Panglima Militer Libya Khalifa Haftar di Benghazi.
Foto: The Libya Observer
Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Marsekal Lapangan Syed Asim disambut Panglima Militer Libya Khalifa Haftar di Benghazi.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGHAZI -- Surat kabar The Times of Islamabad mengungkapkan, Pakistan dan Libya sedang dalam proses penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pertahanan besar bernilai miliaran dolar AS, Hal itu termasuk mencakup pasokan 16-18 jet tempur JF-17 Thunder.

Laporan itu setelah kunjungan Panglima Angkatan Bersenjata sekaligus Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Syed Asim ke Benghazi pada pekan lalu. Asim bertemu dengan Panglima Militer Libya Khalifa Haftar untuk membahas penguatan kerja sama dalam pelatihan dan pembangunan kapasitas.

Baca Juga

Fokus pembahasan keduanya terkait pada penyediaan platform pertahanan canggih bagi pasukan Haftar, menurut surat kabar tersebut. JF-17 Thunder adalah pesawat tempur multiperan generasi 4,5 yang dikembangkan bersama oleh Pakistan dan China.

Jet temput itu telah mencapai keberhasilan ekspor internasional yang signifikan. Termasuk penjualan 40 pesawat ke Azerbaijan dalam kesepakatan senilai 4,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 16,7 triliun.

Menurut surat kabar tersebut, Khalifa Haftar mencari mitra yang dapat diandalkan di luar pemasok tradisional yang dibatasi oleh sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau kondisi politik, seperti Rusia. Laporan tersebut mencatat, potensi perjanjian muncul di tengah embargo senjata PBB yang berkelanjutan terhadap Libya.

Embargo yang diberlakukan sejak 2011 dan dipantau oleh Operasi Irini Uni Eropa, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana transaksi semacam itu dapat diimplementasikan dan apakah akan sesuai dengan bantuan internasional.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement