REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH, – Layanan air bersih di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar kini hampir pulih sepenuhnya setelah sempat terganggu oleh bencana alam dan kendala pasokan listrik. Ketua DPD PERPAMSI Aceh, Sulaiman, menyampaikan bahwa pemulihan mencapai hampir 100 persen berkat solidaritas antar perusahaan air minum daerah.
Sulaiman mengungkapkan hal ini dalam konferensi pers di Pusat Informasi dan Media Center Kementerian Komunikasi dan Digital RI di Banda Aceh, Sabtu. Menurutnya, meskipun beberapa wilayah lain terdampak lebih parah dengan tingkat pelayanan bervariasi antara 25 hingga 75 persen, upaya pemulihan terus dilakukan dengan mendorong PDAM yang lebih baik keadaannya untuk membantu daerah yang masih mengalami keterbatasan.
Akibat banjir dan longsor, dari 23 PDAM di Aceh, sebanyak 17 PDAM mengalami dampak berat yang meliputi gangguan jaringan distribusi, sumber air baku, serta pasokan listrik. Sulaiman menjelaskan bahwa sejak hari pertama bencana, pihaknya telah memetakan dampak pada seluruh PDAM di Aceh.
“Ini merupakan bentuk solidaritas dan komitmen bersama antar PDAM,” ujarnya. Sulaiman juga menyoroti bahwa gangguan pasokan listrik menjadi kendala utama karena hampir seluruh instalasi pengolahan air bergantung pada pompa listrik. Di Aceh Besar, misalnya, selama 15 hari genset digunakan dengan konsumsi bahan bakar minyak mencapai 37 ton, meskipun pelayanan belum optimal.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.