REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) mengajak empat mahasiswa University of Northern Philippines (UNP) melakukan observasi lapangan ke Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (22/11/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program International Student Mobility 2025 yang bertujuan memperkenalkan keanekaragaman hayati Indonesia sekaligus memperluas wawasan ilmiah bagi mahasiswa internasional. Merilizh P Cabotaje, John Elison C Caricungan, Gian Rei A Catindig, dan Kimberly M Valdez mengikuti kegiatan tersebut.
Mereka mendapat pendampingan dari Alan Budi Kusuma dari UNP, Mentari Ghaisani Putri dari Humas UBSI, serta Alief dan Patricia yang berperan sebagai Student Buddies. Kehadiran mereka memastikan peserta mendapatkan arahan, konteks ilmiah, dan pengalaman belajar yang maksimal.
Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UBSI, Jimmi, menilai kegiatan ini memberikan nilai akademis dan pengalaman lintas budaya yang kuat.
“Kunjungan ini tak hanya memperluas wawasan mahasiswa mengenai konservasi dan pengelolaan satwa di Indonesia, juga memperkuat hubungan akademik UBSI dan University of Northern Philippines,” ujarnya dalam keterangan Sabtu (29/11/2025).
Observasi di Ragunan dirancang sebagai pembelajaran kontekstual untuk melihat langsung keanekaragaman fauna Indonesia, mempelajari upaya konservasi satwa, dan memahami pengelolaan lembaga konservasi sebagai media edukasi publik.
Taman Margasatwa Ragunan dipilih karena koleksi satwanya yang luas serta keberadaan fasilitas pembelajaran seperti Pusat Primata Schmutzer, yang dikenal sebagai salah satu pusat studi primata terbaik di Asia.
KUI menekankan, exposure internasional berbasis observasi lapangan seperti ini mendorong peningkatan kompetensi global mahasiswa sekaligus mempererat kolaborasi akademik antara kedua institusi.
Melalui kegiatan bersama di Ragunan, mahasiswa UNP tidak hanya belajar tentang flora dan fauna Indonesia, tetapi juga memahami bagaimana konservasi menjadi bagian penting dalam edukasi masyarakat.