Rabu 10 Sep 2025 01:30 WIB

Bapanas dan BMKG Bersinergi Bangun Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Bapanas dan BMKG menjalin kerja sama strategis untuk mengintegrasikan data pangan dan iklim guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

Rep: antara/ Red: antara
Bapanas dan BMKG sinergi bangun fondasi ketahanan pangan berkelanjutan.
Foto: antara
Bapanas dan BMKG sinergi bangun fondasi ketahanan pangan berkelanjutan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berkolaborasi membangun ketahanan pangan berkelanjutan dengan memanfaatkan data yang lebih komprehensif dan akurat. Inisiatif ini diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama di Jakarta pada Senin (8/9).

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam menjawab tantangan pangan di era perubahan iklim dan dinamika global. "Dengan memadukan data pangan dan iklim, Bapanas dan BMKG membangun fondasi kebijakan yang presisi, adaptif, dan berpihak pada masyarakat," ujarnya di Jakarta, Selasa.

Data meteorologi, klimatologi, dan geofisika dari BMKG akan mendukung analisis pangan nasional, termasuk stabilisasi harga, stok, dan penguatan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG), hingga penyusunan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA). "Dengan data yang lebih komprehensif, kebijakan pangan dapat lebih antisipatif, sehingga kita bisa melakukan mitigasi sejak dini," tambah Sarwo.

Kerja sama ini juga merupakan tindak lanjut dari kesepahaman yang sebelumnya ditandatangani oleh Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, dan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, terkait Sinergitas Program dan Kegiatan untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional pada 2 Juni 2025.

Selain itu, kerja sama ini sejalan dengan Peraturan BMKG Nomor 12 Tahun 2019 yang membuka akses data untuk kepentingan pemerintah, memperkuat prinsip Satu Data Indonesia. Bapanas telah menugaskan jajarannya untuk menyusun rencana aksi implementasi, melakukan monitoring bersama, dan memastikan pertukaran data berjalan sesuai regulasi.

Pengembangan Sistem Informasi Pangan

Kepala Pusat Data dan Informasi Pangan Bapanas, Kelik Budiana, menambahkan bahwa integrasi data ini menjadi fondasi penting dalam membangun Sistem Informasi Pangan (SIP). "Kami memastikan setiap data yang ditukar bukan sekadar angka, tetapi bahan baku bagi analisis tajam dan kebijakan tepat," jelasnya.

Plt Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menegaskan bahwa lembaganya siap menyediakan data iklim dan cuaca yang relevan untuk pangan nasional. "BMKG berkomitmen menghadirkan informasi meteorologi dan klimatologi yang akurat, terpercaya, dan tepat waktu," katanya.

Sinergi ini diharapkan dapat memaksimalkan pemanfaatan data untuk mendukung stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement