Rabu 10 Sep 2025 00:30 WIB

700 Desa di Indonesia Siap Ekspor Produk ke Mancanegara

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengumumkan bahwa 700 desa di Indonesia siap mengekspor produk mereka ke berbagai negara.

Rep: antara/ Red: antara
Indonesia memiliki 700 desa yang siap ekspor, menurut Menteri Perdagangan.
Foto: antara
Indonesia memiliki 700 desa yang siap ekspor, menurut Menteri Perdagangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBRANA, – Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa 700 desa di Indonesia kini siap mengekspor produk mereka ke berbagai negara. Pernyataan ini disampaikan dalam acara pelepasan ekspor kakao fermentasi dari Kabupaten Jembrana, Bali, ke Prancis pada Selasa.

Untuk mendorong ekspor dari desa-desa, pemerintah meluncurkan program Desa BISA Ekspor. Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Pertanian, dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Budi Santoso menjelaskan bahwa kementeriannya menghubungkan desa yang siap ekspor dengan pembeli internasional melalui perwakilan dagang di 33 negara. Bagi desa yang belum siap meski memiliki potensi, Kementerian Perdagangan memberikan pelatihan, mentoring desain produk, dan dukungan standarisasi.

“Kami akan membantu desa memasuki pasar produk jadi, meskipun ini akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Dukungan Pemerintah dan Peningkatan Ekonomi Desa

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria menyoroti potensi besar desa-desa di Indonesia dalam bidang pertanian, budidaya, dan produk inovatif. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung desa, termasuk melalui pembiayaan jika diperlukan.

“Produk desa harus berkualitas tinggi, diproduksi dalam jumlah yang cukup, dan cepat disalurkan ke pasar. Ini akan menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi desa, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Kepala Daerah Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menambahkan bahwa program Desa BISA Ekspor adalah langkah strategis untuk mendongkrak ekonomi lokal. “Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta, kami berharap Jembrana dapat menjadi desa perintis ekspor dengan daya saing global yang kuat,” ujarnya.

Di Jembrana, program ini diluncurkan pada Selasa, melibatkan 13 desa dan 609 petani.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement