REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA, – Driver ojek online (ojol) dan warga Surabaya bersama-sama membersihkan puing-puing pos polisi yang terbakar akibat kerusuhan pada Jumat (29/8). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kota.
“Demo boleh, tapi tolong jangan rusak kota ini. Surabaya ini rumah kita, tempat kita mencari nafkah,” kata Eko Setiawan (50), seorang pengemudi ojol yang telah berprofesi selama sembilan tahun, di lokasi pembersihan pada Sabtu.
Pembersihan dilakukan di tiga titik, yaitu pos polisi Taman Pelangi Jalan Ahmad Yani, pos polisi depan Kebun Binatang Surabaya (KBS) Jalan Raya Darmo, dan pos polisi Taman Bungkul. Setiap pos dijaga oleh 10 hingga 20 pengemudi ojol yang mengumpulkan sampah, menyapu jalanan, serta membersihkan sisa pembakaran dengan biaya swadaya.
Beberapa pos polisi yang mengalami kerusakan terparah di antaranya pos polisi depan KBS, Taman Bungkul, dan Taman Pelangi. Diketahui, akibat peristiwa 29 Agustus itu, sedikitnya 25 sepeda motor terbakar, belasan pos polisi rusak, dan kantor Polsek Tegalsari mengalami kerusakan parah.
Inisiatif ojol dan warga ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena meringankan beban Pemerintah Kota Surabaya dalam memulihkan kondisi pascakericuhan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.