Jumat 29 Aug 2025 02:30 WIB

Pelindo Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Buruh Pelabuhan

PT Pelindo Solusi Logistik mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 250 buruh di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak untuk meningkatkan keselamatan kerja.

Rep: antara/ Red: antara
Pelindo tingkatkan kesehatan buruh pelabuhan dukung keselamatan kerja.
Foto: antara
Pelindo tingkatkan kesehatan buruh pelabuhan dukung keselamatan kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) melaksanakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dengan mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 250 tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dan Tanjung Perak, Surabaya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan kerja.

Pemeriksaan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan PT Multi Terminal Indonesia (MTI). Dewi Fitriyani, Senior Vice President Sekretariat Perusahaan SPSL, menjelaskan bahwa TKBM merupakan garda terdepan dalam operasional pelabuhan dan logistik yang berperan penting dalam mendukung Pelindo Group sebagai pengelola layanan kepelabuhanan.

Program ini juga sejalan dengan Program Astacita Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kesehatan dan keselamatan kerja. Dewi menambahkan bahwa program ini merupakan bentuk apresiasi kepada para TKBM yang setiap hari berkontribusi dalam kelancaran logistik nasional.

Untuk memastikan kesehatan para buruh, pemeriksaan yang dilakukan meliputi riwayat medis, pemeriksaan fisik, tes penglihatan, rontgen dada, hingga analisis laboratorium. SPSL menegaskan pentingnya kesehatan buruh untuk kelancaran operasional pelabuhan.

"Melalui langkah-langkah sederhana seperti pemeriksaan kesehatan, edukasi, dan pemberian fasilitas kesehatan, SPSL menegaskan komitmen untuk mendukung operasional pelabuhan dan logistik yang aman, sekaligus sebagai upaya mewujudkan Pelindo Zero Accident Port," ungkap Dewi.

Data BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan adanya lebih dari 370 ribu kasus kecelakaan kerja di Indonesia pada 2023, meningkat signifikan dari 182 ribu kasus pada 2019. Hal ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan melalui kesehatan dan keselamatan kerja.

Cecep Anwar, seorang buruh TKBM di Tanjung Priok, menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan ini dan berharap program serupa dapat terus berlanjut.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement