Jumat 04 Apr 2025 08:46 WIB

Wali Kota London Bela Palestina, Kedubes Israel 'Kebakaran Jenggot' Tuding Khan Pro-Hamas

Kedubes Israel mengaku kecewa dengan pesan Idul Fitri dari Wali Kota Sadiq Khan.

Sadiq Khan, wali kota London
Foto: Anadolu Agency
Sadiq Khan, wali kota London

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Kedutaan Besar Israel di Inggris 'kebakaran jenggot'. Mereka melancarkan serangan tak terduga terhadap wali kota London terkait pesan Hari Raya Idul Fitri. Kedubes Israel, Kamis (3/4/2025) menuding Sadiq Khan telah menyebarkan propaganda Hamas.  

Seperti dilaporkan MEE, Khan merayakan Hari Raya Idul Fitri pada 30 Maret dengan mengunggah video daring yang mengungkapkan ucapan selamat terhangatnya kepada semua orang yang merayakan akhir bulan suci Ramadhan.

Baca Juga

Ia mengakui bahwa bagi banyak orang, kebahagiaan yang biasa dirasakan selama Hari Raya Idul Fitri akan diredam oleh penderitaan dan pembunuhan yang mengerikan yang terus berlanjut di Sudan dan Palestina.

"Lebih dari 50.000 warga Palestina telah terbunuh di Gaza sebagai akibat dari kampanye militer Israel yang sedang berlangsung, termasuk lebih dari 15 ribu anak-anak. Sementara di Sudan, puluhan ribu orang telah tewas dan jutaan orang mengungsi akibat perang yang menghancurkan yang kini memasuki tahun ketiga," ujarnya. 

"Pengkhianatan terhadap kemanusiaan ini seharusnya sangat membebani hati nurani kolektif kita. Namun, saya bangga, bahwa sementara masyarakat internasional telah memilih untuk mengalihkan pandangannya, tapi warga London tidak."

Beberapa hari kemudian, kedutaan besar Israel angkat untuk menyatakan bahwa mereka sangat kecewa dengan pesan Idul Fitri wali kota tersebut.

Duta Besar Israel, Tzipi Hotovely, dikenal sebagai garis keras yang selama bertahun-tahun menentang kemungkinan berdirinya negara Palestina. Kantor Sadiq Khan menanggapi bahwa ia telah 'berulang kali' mengecam Hamas.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 Intervensi yang terlambat

Dalam serangan terhadap Khan, kedutaan Israel mengatakan, perang tersebut merupakan hasil dari serangan brutal dan mengerikan oleh Hamas, organisasi terlarang di Inggris, yang diberlakukan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement