Kamis 03 Apr 2025 09:01 WIB

Arus Balik, Anggota DPR: Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

Legislator Nasdem minta Polri pastikan keselamatan arus balik Lebaran 2025.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Erdy Nasrul
Kepadatan arus lalu lintas di kawasan wisata Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (2/4/2025). Lalu lintas di jalur wisata alam kawasan Lembang dan Subang padat merayap. Selain oleh pengendara yang menuju tempat wisata juga oleh arus mudik lokal.
Foto: Edi Yusuf
Kepadatan arus lalu lintas di kawasan wisata Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (2/4/2025). Lalu lintas di jalur wisata alam kawasan Lembang dan Subang padat merayap. Selain oleh pengendara yang menuju tempat wisata juga oleh arus mudik lokal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Nasdem Lola Nelria Oktavia mendorong Polri memastikan keselamatan masyarakat dalam arus balik pasca mudik Idul Fitri 2025.

Lola menekankan angka kecelakaan menunjukkan perlunya evaluasi lebih lanjut dan peningkatan di sektor-sektor tertentu. Hal ini guna memastikan keselamatan pada arus balik.

Baca Juga

"Penting untuk terus meningkatkan efektivitas rekayasa lalu lintas seperti sistem contraflow, one way, dan ganjil-genap yang harus disesuaikan secara dinamis dengan situasi lapangan," kata Lola dalam keterangan pers pada Rabu (2/4/25).

Lola menilai penerapan sistem yang fleksibel dan responsif terhadap perkembangan jumlah kendaraan di jalur utama sangat penting untuk mengurai kemacetan yang berpotensi memicu kecelakaan. Ia meyakini rekayasa lalu lintas yang baik akan meminimalkan titik-titik kemacetan dan mengurangi stres pengemudi.

Selain rekayasa lalu lintas, Wabendum DPP Partai NasDem ini menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas di rest area sepanjang jalur mudik dan arus balik. Menurutnya, rest area yang nyaman dan memadai sangat dibutuhkan pengemudi yang lelah setelah perjalanan jauh.

“Rest area yang nyaman dan lengkap dengan fasilitas istirahat yang memadai dapat membantu pengemudi untuk beristirahat dengan baik, mengurangi potensi kecelakaan akibat kelelahan," ucap Lola.

Lola menyebut koordinasi yang lebih intensif antar instansi terkait diharapkan menjadi bagian dari solusi untuk meminimalisir kecelakaan. Kerjasama antara kepolisian, dinas perhubungan, dan pihak terkait menurutnya harus semakin diperkuat untuk menghadapi situasi darurat dengan cepat dan efektif.

Lola juga mendorong penggunaan teknologi informasi untuk mengoptimalkan pengelolaan arus lalu lintas. Dengan adanya aplikasi navigasi dan informasi lalu lintas yang real-time, pengemudi dapat memilih rute yang lebih lancar, menghindari titik kemacetan, dan meminimalkan risiko kecelakaan.

“Dengan langkah-langkah ini, diharapkan arus balik Idul Fitri 2025 dapat berlangsung dengan lebih lancar dan aman. Penurunan angka kecelakaan dapat terus ditekan,” ucap legislator dapil Jabar XI tersebut.

Tercatat, arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2025 menunjukkan angka kecelakaan yang jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah kecelakaan turun signifikan sebesar 31,37% dari 2.152 kecelakaan pada 2024 menjadi 1.477 kecelakaan pada 2025.

Penurunan ini dinilai menunjukkan adanya perbaikan dalam pengelolaan dan rekayasa lalu lintas selama musim mudik. Jumlah korban meninggal dunia juga tercatat menurun sekitar 32%, dari 324 orang pada 2024 menjadi 223 orang pada 2025. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement