Rabu 02 Apr 2025 20:09 WIB

Dua Warga Pujon, Malang Dirawat di RS Terkena Ledakan Petasan

Kedua korban meracik sendiri petasan dan meledak hingga tubuhnya alami luka bakar.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Kepolisian menjenguk korban ledakan petasan yang dirawat di Rumah Sakit Hasta Brata, Kota Batu, Jawa Timur, Rabu (2/4/2025).
Foto: Antara/Ananto Pradana
Kepolisian menjenguk korban ledakan petasan yang dirawat di Rumah Sakit Hasta Brata, Kota Batu, Jawa Timur, Rabu (2/4/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, BATU -- Dua warga asal Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) harus dibawa ke Rumah Sakit Hasta Brata, Kota Batu, untuk menjalani perawatan medis. Hal itu lantaran keduanya mengalami luka bakar setelah terkena ledakan petasan.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jatim, Kombes dr M Khusnan Marzuki melalui Kepala Rumah Sakit Hasta Brata Kota Batu AKBP dr Ananingati meninjau langsung kondisi para korban. Ananingati mengatakan, kedua korban kini telah menjalani operasi pembersihan untuk mencegah terjadinya infeksi.

Baca Juga

Dokter melakukan operasi lantaran mereka menderita luka bakar akibat kejadian tersebut. "Kondisi korban saat ini setelah pasca operasi pembersihan untuk mencegah infeksi, karena mengalami luka bakar serius hampir 20 persen," kata Ananingati kepada awakmeia.

Para korban tersebut, yakni A (19 tahun) dan satu anak di bawah umur (12). Keduanya mengalami luka bakar pada bagian wajah, kaki, dan tangan. Saat ini, para korban masih menjalani perawatan memulihkan kondisinya pasca pelaksanaan operasi tersebut.

Manajemen Rumah Sakit Hasta Brata memastikan akan melakukan pengawasan ketat terhadap perkembangan kesehatan kedua korban tersebut. "Masih pemulihan karena setelah operasi butuh pengawasan lebih ketat supaya tidak infeksi, karena lukanya robek dan luka bakar," ujar Ananingati.

Oleh karena itu, para korban baru akan diizinkan pulang ketika kondisinya sudah benar-benar dinyatakan pulih secara medis. "Kalau kondisinya sudah memungkinkan akan kami pulangkan," ucap Ananingati.

Sementara itu, Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata menjelaskan, ledakan petasan tersebut terjadi pada hari H Idul Fitri atau Senin (31/3/2025) sekitar pukul 21.00 WIB. Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, kedua korban awalnya diduga membuat petasan tersebut dengan membeli bahan dari toko yang ada di sekitar lokasi kejadian.

 

 

Petasan tersebut rencananya hanya dimainkan sendiri oleh para korban, bukan untuk dijual. "Diduga kedua korban membuat petasan atau mercon. Karena kurang padat maka dipadatkan dengan obeng dan palu, sehingga terjadi ledakan. Petasannya tidak untuk dijual," ucap Andi.

Menurut dia, korban bisa memahami bahan dan cara pembuatan petasan dengan cara melihat tutorial dari YouTube. "Dari YouTube (belajar) membuat petasan. Ledakan juga mengakibatkan rumah korban mengalami kerusakan jendela dan atap rumah," kata dia.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement