Kamis 30 May 2024 19:07 WIB

Gandeng Konjen RI di Shanghai, Provinsi Zheijang Gelar Pameran di Indonesia

Departemen Perdagangan Provinsi Zhejiang menampilkan 69 perusahaan dan 80 stan.

Departemen Perdagangan Provinsi Zhejiang, Cina menggandeng Zhejiang Meorient Business Exhibition Co., Ltd., mengadakan Pameran Perdagangan Internasional Zhejiang 2024 (Indonesia).
Foto: Republika.co.id
Departemen Perdagangan Provinsi Zhejiang, Cina menggandeng Zhejiang Meorient Business Exhibition Co., Ltd., mengadakan Pameran Perdagangan Internasional Zhejiang 2024 (Indonesia).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memperingati dua tahun berlakunya perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), pameran di luar negeri menjadi pilihan utama bagi perusahaan perdagangan Cina untuk mencari pasar baru. Salah satunya tujuan luar negeri favorit bagi banyak peserta pameran dari Cina adalah Indonesia.

Alasannya, karena besarnya potensi kerja sama kedua negara. Departemen Perdagangan Provinsi Zhejiang, Cina menggandeng Zhejiang Meorient Business Exhibition Co., Ltd., mengadakan Pameran Perdagangan Internasional Zhejiang 2024 (Indonesia).

Pameran perdagangan yang diselenggarakan oleh Departemen Perdagangan Provinsi Zhejiang menampilkan 69 perusahaan dan 80 stan. Sementara pameran induknya, yakni Pameran Perdagangan Cina (Indonesia) akan menghadirkan lebih 800 perusahaan peserta pameran dengan lebih dari 1.000 stan di area pameran seluas 50 ribu meter persegi (m2).

"Pameran ini melibatkan 15 provinsi dan 68 kota dari Cina, seperti Zhejiang, Jiangsu, Guangdong, Shandong, Anhui, dan Hunan," kata Manager Foreign Cooperation Department of Zhejiang Meorient Commerce & Exhibition, Xu Yiran dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (30/5/2024).

Menurut Xu Yiran, pameran Perdagangan Internasional Zhejiang (Indonesia) bekerja sama dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Indonesia di Shanghai untuk mendirikan jalur hijau di Bea Cukai Bandara Jakarta, yang menyediakan layanan cepat dan nyaman bagi peserta pameran dan barang-barang pameran.

Selain itu, menurut Xu Yiran, pameran kali ini akan menampilkan inovasi signifikan dalam model layanannya kepada pengunjung dengan menggabungkan O2O dari pamera online dengan fisik. Melalui integrasi AR/VR dan internet, ruang sampel domestik dan jalur produksi perusahaan, pengunjung dan peserta pameran dapat merasakan 'perpindahan sekejap' ke lokasi pameran.

"Pengunjung akan mendapatkan efek perluasan ruang, perpanjangan visual, dan inspeksi pabrik jarak jauh. Sehingga meningkatkan efektivitas dan pengalaman melihat bagi pembeli profesional, serta mempercepat transaksi," kata Xu Yiran.

Dia mengungkapkan, ada 50 ribu pembeli dari Indonesia dan negara tetangga yang telah menyelesaikan praregistrasi, dengan total target 100 ribu pengunjung. Nantinya lokasi pameran dibagi menjadi delapan area khusus, yakni tekstil dan pakaian, elektronik konsumen, suku cadang otomotif, kecantikan dan perawatan pribadi, bahan bangunan dan perangkat keras, peralatan rumah tangga, aksesoris rumah, serta mesin industri.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement