Senin 15 Apr 2024 14:51 WIB

Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Balik pada Senin Sore

Kendaraan terus meningkat masuk ke Tol Semarang-Batang menuju ke arah Jakarta.

Sejumlah kendaraan arus balik arah Jakarta terjebak kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Karawang Timur, Jawa Barat, Senin (15/4/2024). Korlantas Polri memberlakukan contraflow dua lajur pada KM 72 Tol Cipali hingga KM 66 Tol Japek, tiga lajur pada KM 66-47 Tol Japek dan satu lajur pada 47-36 Tol Japek guna memperlancar arus balik Lebaran 2024.
Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Sejumlah kendaraan arus balik arah Jakarta terjebak kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Karawang Timur, Jawa Barat, Senin (15/4/2024). Korlantas Polri memberlakukan contraflow dua lajur pada KM 72 Tol Cipali hingga KM 66 Tol Japek, tiga lajur pada KM 66-47 Tol Japek dan satu lajur pada 47-36 Tol Japek guna memperlancar arus balik Lebaran 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, CIKAMPEK -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi puncak arus balik Idul Fitri 1445 Hijriah terjadi pada Senin sore ini di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

"Kepadatan arus lalu lintas sudah meningkat dan kami prediksi puncak arus balik terjadi pada Senin sore," kata Marketing and Communication Department Head Jasa Marga Faiza Riani di Cikampek, Senin (15/4/2024).

Baca Juga

Pihaknya juga terus melakukan pemantauan via kamera di GT Kalikangkung Jawa Tengah dan ternyata kendaraan terus masuk ke Tol Semarang-Batang menuju ke arah Jakarta.

Di GT Cikampek Utama tercatat sudah 27.323 kendaraan yang masuk gerbang tersebut menuju Jakarta sejak pukul 06.00 WIB hingga Senin siang.

Ia meminta pengendara memastikan kecukupan saldo kartu elektronik (e-toll) ketika melewati GT Kalikangkung Jawa Tengah ke GT Cikampek Utama.

"Kurangnya saldo e-toll dan dilakukannya 'top up' (pengisian) di gardu tol akan mengakibatkan waktu penundaan yang cukup signifikan," katanya

Faiza menegaskan jika ada waktu penundaan di gerbang tol tersebut, maka terjadi rata-rata penurunan kapasitas transaksi gardu tol yang semula bisa melayani hingga lima kendaraan per menit, menjadi satu kendaraan saja.

Menurut dia, estimasi waktu tersebut jika diaplikasikan pada beribu kendaraan yang melalui GT Cikampek Utama, maka tentu saja akan merugikan pengguna jalan karena waktu terbuang hanya untuk menunggu waktu top up di gardu tol.

"Kami meminta kerja sama dari pengguna jalan, agar mengecek kecukupan saldo e-toll secara berkala agar perjalanan arus balik semakin aman dan nyaman," kata dia.

Faiza juga meminta masyarakat yang berkendara tidak istirahat di bahu jalan karena akan mengganggu arus lalu lintas.

"Kalau letih istirahat di 'rest area' (tempat istirahat) yang ada dan jika itu penuh silahkan keluar tol dahulu untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan," kata dia.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement