Rabu 10 Apr 2024 18:05 WIB

Bukit Asam Ubah Beberapa Lokasi Bekas Tambang Jadi Tempat Wisata

Tanjung Enim Kota Wisata, merupakan bagian dari reklamasi tambang dalam bentuk lain.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melakukan budidaya kaliandra merah untuk dikembangkan sebagai biomassa di Tanjung Enim, (ilustrasi)
Foto: dok PTBA
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melakukan budidaya kaliandra merah untuk dikembangkan sebagai biomassa di Tanjung Enim, (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memanfaatkan lahan pascatambang yang diubah menjadi pusat persemaian, serta kota wisata guna menjalankan ekonomi sirkuler dalam rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), serta reklamasi lahan bekas tambang.

General Manager PTBA Unit Pertambangan Tanjung Enim Venpri Sagara dalam keterangan di Jakarta, beberapa waktu lalu, mengatakan pusat persemaian yang dikelola pihaknya tersebut menghasilkan 500 ribu bibit tanaman per tahun.

"Saat ini pusat persemaian menghasilkan 500 ribu bibit per tahun. PTBA menargetkan peningkatan kapasitas bibit tanaman menjadi 2-3 juta bibit tanaman per tahun dengan memanfaatkan lahan pascatambang. Jadi peningkatan kapasitas menyesuaikan dengan progres reklamasi lahan," kata Venpri.

Ia menyampaikan rehabilitasi DAS dilakukan PTBA di beberapa lokasi, antara lain yakni Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, serta Kabupaten Kulon Progo dengan total penanaman mencapai 4 juta batang dari berbagai jenis tanaman.

Dalam kegiatan pemanfaatan lahan dan rehabilitasi DAS tersebut, Bukit Asam turut melibatkan masyarakat mulai dari pra kegiatan, jasa pengangkutan, penanaman, pemeliharaan hingga pasca kegiatan rehabilitasi.

"Kami mengutamakan tanaman produktif, buah-buahan, ada juga mangrove dan tanaman endemik. Realisasi penyebaran rehabilitasi DAS yang telah dilakukan Bukit Asam berdampak kepada sekitar 222 ribu hari orang kerja (HOK), dengan perputaran ekonomi sekitar Rp 22 miliar. Nilai ini akan terus bertambah sampai terpenuhinya seluruh kewajiban atas Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH)," katanya.

Selain melakukan pemanfaatan lahan bekas tambang dan rehabilitasi DAS, pihaknya juga menjalankan program Tanjung Enim Kota Wisata, yang merupakan bagian dari reklamasi tambang dalam bentuk lain. Dalam program tersebut berbagai destinasi wisata baru sudah dibangun oleh Bukit Asam, misalnya Museum Batubara yang dilengkapi jalur lorry bawah tanah, kebun binatang mini, serta taman air (water park).

Lebih lanjut dirinya mengatakan Kota Wisata Tanjung Enim juga akan memiliki botanical garden yang dibangun di atas lahan pasca tambang seluas 17 hektare. Taman botanical tersebut diproyeksikan akan menjadi wisata edukasi keanekaragaman hayati dengan koleksi tanaman dari berbagai wilayah di tanah air.

"Sebentar lagi kita menyambut Lebaran, saya pikir yang mudik ke Palembang dan sekitarnya bisa lah mampir berwisata ke Tanjung Enim. Sepanjang tahun 2023 sudah seratus ribuan wisatawan mengunjungi museum. Masih bisa lah dikunjungi beberapa ribu orang lagi. Dengan telah dibukanya jalan tol Palembang-Prabumulih, berwisata di Tanjung Enim bisa menjadi opsi liburan di libur panjang Hari Raya Idul Fitri," katanya.

Di sisi lain Koordinator Pengendalian Pemanfaatan dan Pelestarian Hutan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Fatma Puspitasari menyampaikan, tantangan bagi pelaku usaha di industri pertambangan yakni menjadi pihak yang kerap dituduh sebagai penyebab kerusakan lahan.

Menurutnya izin Usaha Pertambangan (IUP) banyak memanfaatkan pinjam pakai kawasan hutan, dengan kewajiban melakukan reklamasi dan rehabilitasi DAS.

Oleh karena Itu pihaknya mengapresiasi kegiatan ekonomi sirkuler yang sudah dikembangkan oleh PT Bukit Asam, karena turut memiliki pemahaman terkait kondisi, kewajiban, dan regulasi pinjam pakai kawasan hutan yang membantu dalam merencanakan, serta menentukan strategi pemulihan lahan kritis.

"Program ini sangat penting untuk memastikan bahwa pemegang Izin PPKH telah melaksanakan kewajibannya dalam pemulihan lahan kritis dalam rangka rehabilitasi DAS sekaligus menciptakan transaksi ekonomi dengan melibatkan masyarakat secara langsung," ujar Fatma.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement