Rabu 13 Mar 2024 23:30 WIB

Ada Kasus Positif Antraks, Sapi dan Kambing di Gunungkidul Diberi Vitamin

Dinas Peternakan Gunungkidul menyiapkan vaksinasi ternak mengantisipasi antraks.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Petugas menyuntikkan vitamin kepada sapi.
Foto: ANTARA/Umarul Faruq
(ILUSTRASI) Petugas menyuntikkan vitamin kepada sapi.

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNGKIDUL — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyuntikkan vitamin terhadap sapi dan kambing yang ada di wilayah Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari. Pemberian vitamin itu menjadi bagian dari upaya mengantisipasi penyebaran penyakit antraks.

Upaya tersebut dilakukan setelah adanya ternak yang positif antraks di Padukuhan Kayoman, Kalurahan Serut. Ternak terjangkit antraks itu mati pada 7 Maret lalu. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul Wibawanti Wulandari mengatakan, pihaknya sudah melakukan isolasi hewan ternak di wilayah tersebut. “Kami juga langsung memberikan suntikan vitamin terhadap hewan ternak di kawasan tersebut,” kata dia, Rabu (13/3/2024).

Baca Juga

Vitamin disuntikkan terhadap 89 sapi dan 175 ekor kambing. Menurut ​​Wibawanti, 12 hari setelah pemberian vitamin, hewan ternak tersebut akan divaksinasi. “Kami memberikan vaksin dan vitamin secara bertahap sampai tidak ada lagi antraks,” kata dia.

Wibawanti mengatakan, dinasnya juga melakukan komunikasi dan edukasi kepada sekitar 50 peternak supaya tidak membawa hewan ternak keluar wilayah terlebih dahulu. Pembatasan lalu lintas ternak ini diberlakukan di wilayah Padukuhan Kayoman.

Peternak juga diedukasi soal penyakit antraks dan penyebarannya. “Jangan sampai ada tambahan kasus ternak, sehingga hewan ternak diberi pakan yang mencukupi dan vitamin supaya terhindar antraks,” ujar Wibawanti.

Dalam upaya pencegahan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul juga akan mengintensifkan pemantauan di pasar hewan. “Kita intensifkan pengawasan di pasar sapi. Pos lalu lintas kewenangan DIY, kita mohon lebih diintensifkan lagi pengawasan lalu lintas (hewan ternak),” kata Wibawanti.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement