Rabu 06 Mar 2024 18:54 WIB

Banjir Landa Tujuh Kecamatan di Cirebon, Satu Warga Dilaporkan Meninggal

Banjir di Cirebon terjadi setelah hujan deras turun dalam durasi yang lama.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Andri Saubani
Bupati Cirebon, Imron, meninjau lokasi banjir di Desa Sidareami, Kecamatan Pabedilan, Rabu (6/3/2024). Banjir di Kabupaten Cirebon menerjang 36 desa di sembilan kecamatan.
Foto: Dok Diskominfo Kabupaten Cirebon
Bupati Cirebon, Imron, meninjau lokasi banjir di Desa Sidareami, Kecamatan Pabedilan, Rabu (6/3/2024). Banjir di Kabupaten Cirebon menerjang 36 desa di sembilan kecamatan.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Banjir menerjang tujuh kecamatan di Kabupaten Cirebon, Selasa (5/3/2024) hingga Rabu (6/3/2024). Seorang warga dilaporkan meninggal dunia dalam bencana tersebut.

 

Baca Juga

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya, mengatakan, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur dalam durasi yang lama di Kabupaten Cirebon maupun di wilayah hulu (Kabupaten Kuningan). Kondisi itu menyebabkan sejumlah sungai meluap hingga menggenangi permukiman warga.

"Tujuh kecamatan yang terendam banjir itu, yakni Kecamatan Waled, Karangwareng, Ciledug, Pasaleman, Pabedilan, Pangenan dan Babakan," terang Deni, Rabu (6/3/2024).

Di Kecamatan Waled, banjir merendam tujuh desa. Yaitu, Desa Ciuyah, Ambit, Mekarsari, Gunungsari, Cibogo, Cisaat dan Karangsari. Di Desa Ciuyah, terang Deni, banjir merendam 712 rumah warga dengan ketinggian antara 140 centimeter sampai 2,5 meter hingga warga harus mengungsi ke Balai Desa Ciuyah. Tercatat ada 2.339 jiwa yang menjadi korban banjir.  

Pihak BPBD Kabupaten Cirebon juga mendapat laporan ada satu orang korban yang meninggal dunia ketika hendak membantu mengevakuasi warga yang kebanjiran di Desa Ciuyah. Untuk banjir di Desa Ambit, ketinggian air di kisaran 60-100 cm. Tidak ada warga yang mengungsi dan banjir di desa itu juga sudah mulai surut.

Di Desa Mekarsari, ketinggian banjir juga di kisaran 60 – 100 cm. Tercatat ada 600 unit rumah warga yang terendam, dan jumlah warga yang terdampak banjir mencapai 2.300 jiwa. Di Desa Gunungsari, banjir merendam 1.018 unit rumah milik warga, delapan mushola dan enam sarana pendidikan, dengan ketinggian antara  35-150 cm. Tercatat ada 150 warga yang mengungsi di GOR Balai Desa Gunungsari.

Sedangkan di Desa Cibogo, ketinggian air mencapai 20-60 cm dan di Desa Cisaat, banjir merendam dengan ketinggian sekitar 90 cm.

"Di Kecamatan Waled, banjir terjadi akibat hujan deras dalam waktu yang lama di wilayah setempat maupun di wilayah hulu (Kabupaten Kuningan) sehingga menyebabkan sungai Ciberes meluap,’’ katanya.

Sementara itu, di Kecamatan Karangwareng, banjir merendam 500 rumah warga di Desa Jatipiring dengan ketinggian air 30 - 60 cm. Sedangkan di Kecamatan Ciledug, terdapat empat desa yang terendam banjir. Yakni, Desa Ciledug Wetan, Ciledug Lor, Jatiseeng Kidul dan Ciledug Tengah.

 

"Di Kecamatan Ciledug, banjir disebabkan hujan deras dengan durasi yang lama di wilayah setempat dan wilayah hulu (Kuningan), sehingga membuat Sungai Cisanggarung dan Cijangkelok meluap ke permukiman warga," terangnya.

Sementara di Kecamatan Pasaleman, banjir melanda dua desa. Yakni, Desa Pasaleman dan Desa Cilengkrang. Adapun ketinggian air di kisaran 30 - 90 cm. Namun, saat ini banjir di wilayah itu sudah mulai surut.

Di Kecamatan Pabedilan, terdapat empat desa yang terendam banjir. Yakni, Desa Sidaresmi, Babakan Losari, Losari Lor, Kalimukti, dan Kalibuntu. Sedangkan di Kecamatan Pangenan, terdapat lima desa yang dilanda banjir. Yaitu, Desa Astanamukti, Pangenan, Getrakmoyan, Bendungan, dan Beringin. Untuk di Kecamatan Babakan, banjir hanya terjadi di Desa Setu Kulon, dengan ketinggian di kisaran 20 - 40 cm.

photo
Merawat mobil usai terkena banjir. - (republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement