Selasa 20 Feb 2024 23:25 WIB

Merapi Luncurkan Dua Kali Awan Panas Hari Ini

Masyarakat diminta menjauhi daerah masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) Merapi

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (2/2/2024). Data pemantauan BPPTKG menunjukkan suplai magma yang masih berlangsung dapat memicu terjadinya awan panas guguran di daerah potensi bahaya dan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai lahar saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (2/2/2024). Data pemantauan BPPTKG menunjukkan suplai magma yang masih berlangsung dapat memicu terjadinya awan panas guguran di daerah potensi bahaya dan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai lahar saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Gunung Merapi terus meluncurkan awan panas guguran (APG). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa pada Selasa (20/2/2024) ini sudah terjadi dua kali APG.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso mengatakan, APG pertama yang diluncurkan Merapi yakni pada pukul 17.45 WIB dengan amplitudo maksimum 31 milimeter. APG ini mengarah ke barat daya, dengan estimasi jarak luncur maksimal 1.400 meter.

"Durasi APG 136,44 detik, dan visual Gunung Merapi berkabut (sehingga tidak terlihat," kata Agus, Selasa (20/2/2024).

Luncuran APG kedua terjadi tidak lama setelah luncuran pertama yakni pada pukul 17.50 WIB. Luncuran kedua ini juga mengarah ke barat daya dengan estimasi jarak luncur mencapai 1.600 meter.

"Amplitudo tercatat maksimum 53 milimeter dengan durasi 154,44 detik," ucap Agus.

Mengingat Merapi yang masih mengeluarkan APG, masyarakat pun diminta menjauhi daerah yang masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) Merapi. Hal ini mengingat Merapi juga masih mengeluarkan guguran lava.

"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan," jelasnya.

BPPTKG kembali mengingatkan bahwa potensi bahaya Merapi saat ini masih berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya dan pada sektor tenggara. Pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer.

Potensi bahaya pada sektor tenggara yakni meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol lima kilometer. Sedangkan, lanjut BPPTKG, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.

Dari data pemantauan BPPTKG, menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Untuk itu, masyarakat diharapkan mewaspadai potensi bahaya ini, terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi yang bisa menimbulkan lahar dingin di sungai-sungai yang berhulu di Merapi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement