Jumat 12 Jan 2024 23:21 WIB

Pakar UGM Sebut Keberadaan Sesar Mataram di DIY Masih Dikaji

Adanya sesar aktif dibuktikan dengan adanya titik gempa

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Guru Besar Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Wahyu Wilopo.
Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Guru Besar Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Wahyu Wilopo.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Keberadaan sesar Mataram di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih dilakukan kajian. Guru Besar Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Wahyu Wilopo mengatakan meski ditemukan offset (pergeseran) di sejumlah sungai, namun dari data seismolog tidak ditemukan titik gempa. 

"Kita masih meneliti untuk memastikan betul (ada tidaknya Sesar Mataram)," kata Wahyu di UGM, Jumat (12/1/2024). 

Indikasi dikatakan adanya sesar aktif menurutnya dibuktikan dengan adanya titik gempa. BMKG Yogyakarta juga belum menemukan adanya data terkait keaktifan sesar Mataram. 

Wahyu menyebut Sesar Mataram melintas dari Prambanan hingga selatan Selokan Mataram. Sesar Mataram dikatakan Wahyu juga melintasi Gedung Pusat UGM hingga ke Ringroad Barat."BRIN menyarankan perlu penelitian lebih lanjut," ucapnya. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta telah menggandeng UGM untuk mendalami keberadaan Sesar Mataram. Berdasarkan pendekatan data kegempaan, BMKG Yogyakarta belum menemukan adanya aktifitas gempa di lokasi tersebut. 

Sebelumnya Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Danny Hilman Natawidjaja menyebutkan selain terdapat Sesar Opak yang menyebabkan gempa pada 2006, di wilayah Yogyakarta ternyata terdapat sesar aktif yang sebelumnya belum terpetakan. Berdasar data pemutakhiran sesar aktif yang dilakukan BRIN, Danny menyebutkan sesar yang membentang dari timur ke barat tersebut baru dipetakan pada 2021 dengan nama Sesar Mataram.

"Ini sebetulnya sudah dikenal juga sebagai Sesar Dengkeng pada waktu itu di sebelah timurnya, tapi baru diketahui bahwa Sesar Dengkeng ini masih menerus ke arah barat melewati tengah-tengah Kota Yogyakarta," kata Danny (30/11/2022).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement