Sabtu 30 Dec 2023 23:23 WIB

CMMI Minta MUI Bersikap Tegas Terhadap Muhyidin Junaidi

Pernyataan Muhyidin dianggap bisa memunculkan gesekan umat Islam.

Cendekia Muda Muslim Indonesia (CMMI) meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) memprotes Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Muhyidin Junaidi, yang menyebut Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan melakukan penistaan agama.
Foto: istimewa/doc humas
Cendekia Muda Muslim Indonesia (CMMI) meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) memprotes Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Muhyidin Junaidi, yang menyebut Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan melakukan penistaan agama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Cendekia Muda Muslim Indonesia (CMMI) meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) bertindak tegas terhadap Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Muhyidin Junaidi. Pernyataan  Muhyidin dianggap bisa memunculkan gesekan dan perpecahan umat.

Demikian bunyi pernyataan sikap yang dikeluarkan CMMI, terkait dengan pernyataan Muhyidin, yang menyebut adana unsur penistaan agama atas pernyataan Ketua Umum DPP PAN, Saudara Zulkifli Hasan tentang sholat dan guyonan kata Aamiin. Pernyataan sikap ini ditanda tangani Ketua Umum CMMI Anhar Tanjung, dan  Sekretaris Jenderal Perwira Siregar.

Berikut bunyi lengkap pernyataan sikap yang dikeluarkan CMMI:

Sehubungan dengan adanya pernyataan Kiyai Muhyidin Junaidi selaku Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat yang menyatakan adanya unsur Penistaan Agama terkait dengan viralnya video Ketua Umum DPP PAN, Saudara Zulkifli Hasan tentang sholat dan guyonan kata Aamiin, hal ini sangat berpotensi terjadinya pergesekan dan perpecahan dikalangan masyarakat khususnya umat islam. 

Sehingga kami menilai perlu ada ketegasan sikap dari lembaga MUI itu sendiri, untuk memulihkan situasi dan kondisi yang tidak harmonis dikalangan masyarakat umat islam yang bisa meresahkan serta menimbulkan keributan. Yang menjadi pertanyaan besar kami, Apakah pernyataan kontroversi tersebut murni mengatasnamakan MUI atau hanya bersifat asumsi pribadi seorang kiyai Muhyiddin Junaidi? 

Maka dari itu kami dari Cendekia Muda Muslim Indonesia (CMMI) yang sebelumnya terjebak atas pernyataan sikap tersebut langsung bereaksi dengan inisiatif membuat laporan ke pihak yang berwajib terkait atas pernyataan tersebut, pun kini kami kembali menyadari betapa besar dampak domino di kalangan masyarakat bawah karena isu yang sensitif. 

Oleh karena itu kami dari Cendekia Muda Muslim Indonesia (CMMI) menyatakan sikap: 

  1. Kami meminta Kiyai Muhyiddin Junaidi untuk mengklarifikasi atas pernyataan yang mengatasnamakan MUI menyebutkan Saudara Zulkifli Hasan telah menista Agama. 
  2. 2. Kami meminta MUI untuk segera pecat Kiyai Muhyiddin Junaidi sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia karena beliau telah bikin gaduh ditengah masyarakat.
  3. Meminta Majelis Ulama Indonesia tetap menjadi lembaga yang membimbing, membina dan mengayomi kaum Muslimin Indonesia.
  4. Kami meminta MUI untuk bersikap netral demi menjaga keharmonisan, kerukunan dan kedamaian umat beragama.
  5. Meminta MUI untuk menjaga independensi secara kelembagaan kepada pasangan calon Presiden tertentu.
  6. Meminta kepada seluruh Masyarakat Indonesia menjaga kesatuan dan persatuan demi tercapainya pemilu yang jujur, sehat dan damai.
  7. Kami Cendekia Muda Muslim Indonesia berkomitmen mengawal setiap isu keumatan dan keindonesiaan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan, Atas perhatian kami ucapkan terima kasih. 

Wassalamualaikum, Wr.Wb. 

Berita Terkait
Berita Lainnya

Rekomendasi