Rabu 20 Dec 2023 06:54 WIB

Libur Nataru, Bandara Juanda Tambah Jam Operasional

Puncak pergerakan penumpang diprediksi terjadi pada 29 Desember 2023.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Muhammad Hafil
Bandara Juanda
Foto: Antara/Umarul Faruq
Bandara Juanda

REPUBLIKA.CO.ID,SIDOARJO -- General Manager Bandar Udara Internasional Juanda, Sisyani Jaffar memastikan kesiapan angkutan udara di wilayah yang dipimpinnya pada periode libur natal dan tahun baru 2024. Dalam upaya mengantisipasi lonjakan penumpang, Bandara Juanda pun menambah jam operasional yang diberlakukan mulai 19 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024.

"Jika sebelumnya beroperasi mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB, ditambah menjadi mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB," kata Sisyani, Selasa (19/12/2023).

Baca Juga

Sisyani memperkirakan, puncak pergerakan penumpang pada periode libur natal diperkirakan terjadi pada 22 Desember 2023. Perkiraan jumlah penumpang pesawat yang tiba dan pergi melalui Bandara Juanda pada hari itu mencapai 56.391 penumpang. Terdiri dari rute domestik 46.089 orang, dan rute internasional 10.302 orang.

Sedangkan untuk libur tahun baru, puncak pergerakan penumpang diprediksi terjadi pada 29 Desember 2023. Perkiraan pergerakan penumpang pesawat mencapai 49.152 orang, yang terdiri dari rute domestik 38.880 orang dan rute internasional 10.272 orang.

Terkait pengajuan extra flight, Sisyani mengungkapkan, pihaknya telah menerima pengajuan dari enam maskapai dengan total 187 flight. Terdiri dari Garuda Indonesia 24 flight, Citilink 48 flight, Air Asia 64 flight, Lion Air 39 flight, Batik 6 flight, dan Nam Air 6 flight.

"Rute extra flight pada pergerakan periode libur natal dan tahun baru ini adalah Denpasar, Jakarta, Lombok, Beurau, dan Pangkalanbun," ujarnya.

Jika dibandingkan periode libur natal dan tahun baru di tahun sebelumnya, penumpang di Bandara Juanda diprediksi bakal mengalami kenaikan sebesar 35 persen. Adapun pergerakan pesawat diprediksi meningkat 34 persen.  

"Karena memang kondisi trafik saat ini sudah mulai mendekati kondisi normal seperti sebelum pandemi Covid-19," ucap Sisyani.

 

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement