Rabu 13 Dec 2023 13:57 WIB

Keluarga Korban Bunuh Diri di Malang Dikenal Tertutup

wajah-wajah korban tidak terlihat seperti depresi atau stres.

Rep: Wilda Fizriyani / Red: Friska Yolandha
Kondisi rumah kontrakan dari keluarga yang bunuh diri di Dusun Boro Bugis RT 03 RW 10, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Rabu (13/12/2023).
Foto: Republika/Wilda fizriyani 
Kondisi rumah kontrakan dari keluarga yang bunuh diri di Dusun Boro Bugis RT 03 RW 10, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Rabu (13/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Kematian satu keluarga di Dusun Boro Bugis RT 03 RW 10, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, telah menggemparkan masyarakat setempat. Pasalnya, masyarakat sekitar tidak menemukan tanda-tanda yang aneh dari keluarga tersebut sebelum memutuskan bunuh diri.

Tetangga korban, Suhartatik (57) mengenal keluarga korban sebagai sosok-sosok yang baik. Meskipun tidak akrab, perempuan disapa Tatik ini meyakini mereka bukan termasuk orang jahat.

Baca Juga

"Wajahnya kalem. Tidak ada wajah jahat gitu, gak ada (wajah jahat), baik," kata Tatik saat ditemui Republika.co.id di Kabupaten Malang, Rabu (13/12/2023).

Sepengetahuan Tatik, wajah-wajah keluarga korban tidak terlihat tengah sedih, depresi, atau stres. Mereka terlihat biasa pada umumnya. Bahkan, sang ayah, yakni WE (44 tahun) selalu terlihat rapi, terutama saat bekerja.

 

Tatik menilai keluarga korban termasuk berkepribadian tertutup. Sejak menjadi tetangga korban, dia belum pernah berinteraksi secara langsung dengan keluarga korban. Begitu juga anak-anak korban yang jarang keluar rumah selain untuk sekolah.

Menurut Tatik, WE dikenal sebagai seorang guru di salah satu SD. Korban juga diketahui sering memberikan les setelah mengajar di sekolah. Sementara itu, sang ibu S (40 tahun) hanya ibu rumah tangga yang terkadang berjualan kue berdasarkan pesanan.

Berdasarkan pengamatan Tatik, S jarang berkumpul dengan warga sekitar. Dia hanya keluar untuk mengantar dan menjemput anaknya sekolah. "Jadi, jam 6 pagi ngantar anaknya. Yang laki bawa satu, yang perempuan bonceng satu," ujarnya.

Sementara itu, Kasatreskrim AKP Gandha Syah Hidayat mengatakan, WE memang dikenal sebagai orang baik. Dia juga termasuk pekerja keras dalam mengemban tugasnya sebagai guru di sekolah maupun guru les. Sebab itu, kematian WE beserta keluarganya termasuk yang cukup mengejutkan bagi orang-orang yang mengenalnya.

Kepolisian telah melakukan....

 

 

 

Sebelumnya, kepolisian telah melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan bunuh diri satu keluarga di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Selasa (12/12/2023). Akibat kejadian tersebut, tiga orang ditemukan meninggal dunia.

Menurut Gandha, peristiwa dugaan bunuh diri terjadi di sebuah rumah kontrakan di Dusun Boro Bugis RT 03 RW 10, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Ketiga orang ditemukan meninggal merupakan pasangan suami istri WE (44 tahun) dan S (40 tahun), serta seorang anak perempuan ARE (12).

Adapun kronologi kejadian bermula saat AKE (12), saudara kembar dari korban meninggal ARE berteriak meminta tolong kepada tetangga korban. Hal ini karena keluarganya menghilang sementara salah satu kamar di rumahnya tidak bisa dibuka. Mendapati hal tersebut, Galih (38 tahun), salah satu tetangga, berinisiatif memeriksa kamar belakang dan berupaya mendobrak pintu dari luar.

Seusai terbuka, didapati bahwa S dan ARE sudah dalam keadaan terbujur kaku terbaring di tempat tidur. Sementara, WE diketahui telentang di lantai merintih kesakitan dengan luka pendarahan di pergelangan tangan kiri.

Mengetahui hal tersebut, warga yang berdatangan kemudian membawa WE menuju ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr M Munir Lanud Abd Saleh untuk mendapatkan pertolongan. Namun, sesampainya di rumah sakit, korban WE dinyatakan telah meninggal dunia.

 

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement