Senin 11 Dec 2023 14:52 WIB

Poltracking: Prabowo-Gibran 45,2 Persen, Paslon Lain di Bawah 30 Persen

Ganjar Pranowo dinilai alami penurunan, dan Anies relatif stagnan.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Teguh Firmansyah
Pasangan capres-cawapres no urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka
Foto: Republika/Prayogi
Pasangan capres-cawapres no urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Poltracking Indonesia merilis survei terkait elektabilitas capres-cawapres jelang Pemilu 2024. Hasilnya, Prabowo-Gibran menjadi satu-satunya pasangan yang elektabilitasnya melebihi 40 persen.

Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda mengatakan, Prabowo-Gibran mendapat dukungan responden sebesar 45,2 persen. Sedangkan, pasangan Ganjar-Mahfud maupun pasangan Anies-Muhaimin tidak sampai 30 persen.

Baca Juga

"Kalau berpasangan angkanya elektabilitas Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka 45,2 persen," kata Hanta, Senin (11/12).

Pun jika dilihat dari tren pasangan tersebut. Hanta menyampaikan, cuma pasangan Prabowo-Gibran yang mengalami angka kenaikan secara signifikan, sedangkan paslon-paslon lain sempat mengalami kenaikan maupun penurunan.

 

Angka tidak jauh berbeda dipaparkan Poltracking Indonesia dari kategori elektabilitas capres. Ia menuturkan, cuma Prabowo Subianto capres yang mendapatkan dukungan melebihi 40 persen yaitu mencapai 46,1 persen.

Sementara, Ganjar Pranowo disebut mengalami penurunan dan dari survei kali ini cuma mendapat 27,6 persen. Hal serupa didapatkan Anies Baswedan yang elektabilitasnya disebut fluktuatif dan cuma mendapat 24,4 persen.

"Sebelum April 2023 itu Ganjar selalu nomor satu. Tapi, setelah April, Juli, September, November, Desember terekam dalam survei ini Prabowo sudah di atas Ganjar Pranowo," ujar Hanta.

Sedangkan, ia menerangkan, untuk Anies Rasyid Baswedan ada tren kenaikan pada Juli menuju September dan September menuju November. Sedangkan, pada November menuju Desember tren elektabilitasnya relatif stagnan. "Ada kecenderungan turun, tapi dengan margin of error bisa dibaca stagnan," kata Hanta.

Survei dilakukan tatap muka pada periode 29 November-5 Desember 2023. Survei memakai multistage random sampling, melibatkan 1.220 responden dengan margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement