Kamis 23 Nov 2023 19:56 WIB

Pengangguran Terbuka Depok Turun Menjadi 6,97 Persen

Depok berupaya memperluas pasar tenaga kerja di sektor informal dengan berwirausaha.

Kota Depok. Pemkot Depok sedang membangun Tugu Selamat Datang di perbatasan Margonda-Jakarta senilai Rp 1,7 miliar.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Kota Depok. Pemkot Depok sedang membangun Tugu Selamat Datang di perbatasan Margonda-Jakarta senilai Rp 1,7 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Depok Jawa Barat pada tahun 2023 mengalami penurunan menjadi 6,97 persen dibandingkan tahun 2022 sebesar 7,82 persen.

"TPT Kota Depok semakin menurun sejak tahun 2021 sebesar 9,76 sampai saat ini menjadi 6,97. Ini berkat sinergi dari seluruh komponen dalam membuka lapangan pekerjaan untuk pencaker (pencari kerja)," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok Sidik Mulyono di Depok, Kamis (23/11/2023).

Baca Juga

Data tersebut tercatat per Agustus 2023 berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat (Jabar). Sidik Mulyono mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mengupayakan penempatan kerja bagi pencari kerja (pencaker) di Kota Depok.

"Upaya penempatan kerja yang telah dilakukan bersama pihak terkait diantaranya melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah kejuruan di Kota Depok. Selain itu juga adanya bursa kerja yang dilakukan pihak sekolah kejuruan dan sejumlah universitas di Kota Depok," katanya.

Menurut Sidik, kegiatan bursa kerja tersebut merupakan salah satu upaya yang efektif dalam mempertemukan pencaker dengan pemberi kerja. Terlebih dengan antusiasme masyarakat juga sangat tinggi dalam menghadiri acara tersebut.

"Kami juga ada sejumlah pelatihan kerja untuk warga Depok yang bekerjasama dengan perusahaan. Kemudian dilanjutkan dengan program pemagangan. Warga yang berhasil pemagangan akan direkrut oleh perusahaan tersebut," ujarnya.

Selain itu, Sidik berharap, kedepannya penempatan kerja bukan hanya fokus pada sektor formal saja. Melainkan juga dapat diperluas ke sektor informal yaitu dengan berwirausaha.

"Tentunya perlu kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan pada sektor informal tersebut. Sehingga warga Depok dapat berwirausaha. Dan tahun depan harapannya TPT Kota Depok dapat menurun kembali," demikian Sidik.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement