Selasa 14 Nov 2023 08:46 WIB

Prabowo Buka Peluang Indonesia Gabung BRICS Jika Jadi Presiden

Prabowo menilai BRICS adalah aliansi ekonomi, bukan militer.

Rep: Febryan A/ Red: Teguh Firmansyah
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto, tak menutup kemungkinan Indonesia bergabung menjadi anggota kelompok BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) apabila menjadi presiden 2024. Namun, Prabowo akan mengkaji terlebih dahulu keuntungan yang didapat Indonesia jika bergabung. 

"Kita akan lihat, kalau nanti kepentingan ekonomi kita menguntungkan, ya why not kita join BRICS?" kata kepada wartawan usai berbicara terkait kebijakan politik luar negeri dalam acara yang digelar Centre for Strategic and International Studies (CSIS) di Jakarta, Senin (13/11/2023). 

Baca Juga

Prabowo menambahkan, BRICS merupakan kelompok ekonomi, bukan aliansi geopolitik ataupun militer. BRICS sama halnya dengan G20, ASEAN, dan APEC. 

"Kan kita ikut G20, kita juga bagian dari ASEAN, kita sekarang bagian dari APEC. Itu bukan perkumpulan geopolitik, itu perkumpulan ekonomi," ujar Menteri Pertahanan RI itu. 

Dalam paparannya ketika acara, Prabowo menegaskan bahwa ia akan tetap mempertahankan kebijakan luar negeri non-blok apabila terpilih sebagai presiden 2024. Sebab, Indonesia sejak awal kemerdekaan menerapkan kebijakan luar negeri independen, yakni berpedoman pada prinsip politik luar negeri non-blok. 

"Tradisi politik luar negeri kami selalu non-blok, dan kami tidak menginginkan tergabung dalam blok geopolitik manapun," ujarnya. 

Prabowo menjelaskan, bahwa kebijakan ini dirancang oleh para pendiri bangsa dan merupakan cara terbaik yang diinginkan oleh rakyat Indonesia. Selain itu, kebijakan non blok sangat cocok untuk kepentingan Indonesia. 

"Tradisi ini, saya berkomitmen untuk melanjutkan dan mempertahankannya. Karena ini bukan hanya tradisi kami, tapi keinginan rakyat kami. Lebih penting lagi, ini demi kepentingan nasional kita," kata Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement