Ahad 29 Oct 2023 18:01 WIB

Ganjar-Mahfud Janji 35 Persen Kredit Perbankan Dialokasikan untuk UMKM

GM telah menyusun strategi untuk keluar dari jebakan negara kelas menengah.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Lida Puspaningtyas
Pasangan calon presiden dan wakil presiden, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Pasangan calon presiden dan wakil presiden, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan calon presiden dan wakil presiden Ganjar Pranowo-Mahfud MD resmi menjadi satu dari tiga paslon yang akan bertanding dalam Pemilihan Umum 2024 mendatang. Dalam bidang ekonomi, pasangan ini menjanjikan 17 juta lapangan kerja baru bila terpilih lewat sejumlah program.

“Memastikan penyerapan angkatan kerja baru setiap tahun dan mengurangi jumlah pengangguran hingga mencapai tingkat penyerapan tenaga kerja optimal, agar semua rakyat dapat kerja,” ujar Ganjar-Mahfud dalam uraian visi misinya dikutip Republika.co.id, Ahad (29/10/2023).

Untuk mendukung itu, Ganjar-Mahfud berjanji untuk menciptakan lingkungan usaha yang mendukung pertumbuhan usaha ultra mikro, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta usaha-usaha lainnya agar dapat naik kelas. Hal itu akan ditempuh dengan memberikan kepastian hukum yang menempatkan rakyat sebagai pusat kegiatan berusaha.

Oleh karena itu, Ganjar-Mahfud bakal menargetkan alokasi minimal kredit perbankan yang akan dikhususkan untuk pelaku UMKM demi membantu para pelaku usaha meningkatkan skala usahanya. 

“Memastikan alokasi kredit perbankan minimal 35 persen untuk koperasi, UMKM, dan perusahaan rintisan yang diikuti dengan pelatihan serta fasilitasi akses pasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, pasangan ini juga telah menyusun strategi untuk keluar dari middle income trap secara inklusif dengan meningkatkan peran koperasi dan UMKM. Ganjar-Mahfud menargetkan pertumbuhan ekonomi rata-rata bisa mencapai tujuh persen.

Mereka juga menilai perlunya peningkatan kapasitas produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan domestik. Diharapkan, kapasitas dalam negeri yang cukup bisa mengerek kenaikan daya saing Indonesia di pasar global.

Sementara itu, dilakukan integrasi peta jalan industri dan logistik yang mengharmonisasikan pelaksanaan sistem logistik nasional hingga ke tingkat desa. Serta, optimalisasi Sea Lines of Communication (SLOC) dan Alur Laut Kepulauan Indonesia sebagai jalur perdagangan internasional.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement