Rabu 11 Oct 2023 15:27 WIB

Perang Hamas Versus Israel, Prabowo: Sikap Pemerintah Sangat Tegas

Pemerintah akan benar-benar menyerukan penghentian kekerasan.

Rep: Bayu Adji/ Red: Teguh Firmansyah
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengunjungi Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang, kawasan Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Rabu (11/10/2023).
Foto: Republika/ Bayu Adji P
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengunjungi Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang, kawasan Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Rabu (11/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, PANGANDARAN -- Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan sikap pemerintah terkait konflik antara Palestina dan Israel yang mengalami eskalasi dalam beberapa hari terakhir. Menurut dia, Indonesia akan terus menyerukan untuk menghentikan kekerasan dalam penyelesaian konflik. 

"Sikap pemerintah kita sangat tegas. Presiden sudah kasih statement," kata Prabowo saat ditanya mengenai konflik Palestina-Israel di Kabupaten Pangandaran, Rabu (11/10/2023).

Baca Juga

Ia menyatakan, pemerintah akan benar-benar menyerukan penghentian kekerasan, penghentian konflik, penghentian aksi-aksi kekerasan. Pemerintah Indonesia akan berupaya mencari solusi damai berupa perundingan untuk menyelesaikan konflik itu.

Ihwal proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak perang Palestina-Israel, Prabowo menyatakan, hal itu akan diurus oleh lembaga terkait. Namun, menurut dia, ada sejumlah WNI yang merasa bertanggung jawab atas profesinya belum mau dievakuasi. 

"Hanya ada beberapa yang merasa tanggung jawab, tidak mau dievakuasi. Seperti pelayan kesehatan dan sebagainya," ujar dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga telah memberikan pernyataan terkait konflik Palestina-Israel. Melalui akun X resminya, Jokowi menyatakan bahwa Indonesia mendesak agar perang dan tindakan kekerasan yang tengah berlangsung di daerah konflik Palestina-Israel segera dihentikan untuk menghindari bertambahnya korban jiwa dan harta benda. 

"Indonesia juga segera mengambil tindakan cepat untuk melindungi WNI yang berada di wilayah konflik," kata dia melalui akun X, Selasa (10/10/2023).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement