Selasa 10 Oct 2023 15:15 WIB

KTT AIS Bangun Kelautan dan Ekonomi Biru

KTT AIS menjadi kebanggaan Indonesia.

Seorang wanita berjalan melintasi monitor yang menampilkan ekosistem laut di lokasi KTT AIS Forum 2023, Bali Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung, Bali, Senin (9/10/2023).
Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Seorang wanita berjalan melintasi monitor yang menampilkan ekosistem laut di lokasi KTT AIS Forum 2023, Bali Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung, Bali, Senin (9/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA – Pengembangan ekonomi biru dan penguatan riset menjadi hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum 2023. Kegiatan skala internasional yang diselenggarakan di Bali itu akan menjadi acuan untuk pembangunan yang lebih baik.

Kepala Sekretariat AIS Forum Riny Modaso menyatakan bahwa dua program itu merupakan turunan dari misi AIS Forum dalam menyediakan solusi inovatif di bidang ekonomi biru dan akademik.

Baca Juga

“AIS Forum mempelopori dan mewadahi solusi-solusi inovatif yang diimplementasikan ke dalam berbagai program-program turunan, demi mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan untuk masa depan negara-negara pulau dan kepulauan,” kata Riny

Konferensi Tingkat Tinggi AIS Forum yang perdana ini ditujukan untuk memperkuat pondasi dan kerangka kerja sama AIS Forum dalam membuka peluang baru untuk berkolaborasi dan berpartisipasi demi mengatasi permasalahan global, seperti perubahan iklim dan penanganan sampah plastik.

 

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ayodhia Kalake menjelaskan, AIS forum merupakan wujud leadership Indonesia di kancah dunia internasional. 

“Kita sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan juga kekuatan ekonomi sejak G20 menempatkan Indonesia pada posisi dan peran strategis untuk menjalankan kolaborasi dengan negara-negara kepulauan," tuturnya.

Menurutnya, keterlibatan Indonesia ini menjadi suatu langkah yang sangat penting, khususnya di dalam salah satu upaya mewujudkan lautan dunia berkelanjutan, dan akan menjadi pelaku utama perjuangan masyarakat dunia untuk melawan dampak perubahan iklim.

Diketahui, Blue Hub dan AIS Research and Development Center diluncurkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dan Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Norimasa Shimomura. Perwakilan dari berbagai negara AIS, perwakilan perusahaan, akademisi, dan partisipan dari berbagai kalangan juga menghadiri peluncuran.

"Kami harap program-program ini dapat mewadahi dan memfasilitasi para inovator, akademisi, dan wirausahawan biru. Bersama-sama kita membangun dan mengembangkan sektor biru," ujar Riny. 

AIS Blue Hub sebelumnya bernama AIS Startup Blue Hub, diluncurkan untuk memfasilitasi para pelaku sektor biru agar dapat mengembangkan usahanya. Sementara AIS Research and Development Center merupakan implementasi terpusat dari program-program riset dan pengembangan yang sudah dilaksanakan AIS Forum.

Peluncuran dua program AIS Forum ini merupakan pembuka dari rangkaian acara KTT AIS Forum 2023 yang terdiri dari Blue Economy High-Level Dialogue, AIS Startup Blue Business Summit, dan AIS Research and Development Conference

KTT AIS Forum merupakan terobosan Indonesia dalam upaya untuk merangkul dan meningkatkan kerja sama dengan seluruh negara pulau dan kepulauan.

Adapun KTT AIS 2023 merupakan KTT perdana forum negara-negara kepulauan dunia. Sejumlah negara pulau dan kepulauan berpartisipasi pada KTT AIS Forum pertama yang berlangsung dengan lancar di Pulau Dewata.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement