Senin 09 Oct 2023 17:04 WIB

Pemegang Saham LPCK Setuju Perubahan Jajaran Direksi

Semester I perseroan berhasil mencatatkan pra penjualan sebesar Rp 628 miliar.

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mengumumkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan belum lama ini di Jakarta. Dalam RUPSLB yang digelar secara hybrid (fisik dan elektronik) ini, pemegang saham menyetujui perubahan susunan anggota direksi yang baru.
Foto: .
PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mengumumkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan belum lama ini di Jakarta. Dalam RUPSLB yang digelar secara hybrid (fisik dan elektronik) ini, pemegang saham menyetujui perubahan susunan anggota direksi yang baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mengumumkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan belum lama ini di Jakarta. Dalam RUPSLB yang digelar secara hybrid (fisik dan elektronik) ini, pemegang saham menyetujui perubahan susunan anggota direksi yang baru. 

Perubahan ini terhitung sejak RUPSLB ditutup sampai dengan berakhirnya masa jabatan direksi pada penutupan RUPS Tahunan pada tahun 2026. Dalam keterangan tertulisnya, manajemen LPCK menyebutkan susunan anggota dewan komisaris dan direksi perseroan yang baru.

Presiden Komisaris (Independen) Didik Junaedi Rachbini, Komisaris Independen Hadi Cahyadi, Komisaris Anand Kumar dan George Raymond Zage III. Adapun direksi terdiri dari Presiden Direktur Ketut Budi Wijaya didampingi tiga orang direksi, yaitu Maria Clarissa Fernandez Joesoep, Marshal Martinus Tissadharma, dan Gita Irmasari.

Sementara itu, dilaporkan pada semester I 2023 perseroan berhasil mencatatkan pra penjualan sebesar Rp 628 miliar. Raihan itu setara dengan pencapaian 46 persen dari target untuk tahun 2023 sebesar Rp 1,375 triliun.

Pra penjualan pada semester I ditopang oleh proyek-proyek residensial LPCK yaitu Waterfront Uptown, Newville dan Cendana Spark, serta permintaan yang tinggi untuk lahan industri (Delta Silicon 3). Kontribusinya masing-masing sebesar 64 persen dan 30 persen. Sisanya enam persen terdiri dari penjualan lahan dan ruko-ruko komersial. 

Untuk 2023, perseroan menetapkan target pra penjualan sebesar Rp 1,375 triliun yang terbagi menjadi Rp 800 miliar dari segmen residensial, Rp 500 miliar segmen industrial, dan Rp 75 miliar segmen komersial.

Perseroan juga melaporkan pendapatan total sebesar Rp 578 miliar selama semester I dengan gross margin dapat dipertahankan secara stabil pada level 46 persen. 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement