Senin 18 Sep 2023 07:10 WIB

Anggota DPR RI Harap Program IJD Dongkrak Perekonomian Daerah

Program IJD perkuat konektivitas dan tumbuhkan ekonomi.

Ilustrasi pembangunan jalan.
Foto: Laily Rachev /Biro Pers Sekretar
Ilustrasi pembangunan jalan.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Anggota Komisi V DPR RI Mulyadi berharap program pembangunan jalan dan jembatan dari Inpres Jalan Daerah (IJD) dapat mendongkrak perekonomian masyarakat di daerah.

Hal itu ia ungkapkan saat mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (18/9/2023).

Baca Juga

Legislator asal Kabupaten Bogor itu menyebutkan, Kecamatan Sukamakmur yang menjadi salah satu lokasi pembangunan jalan dari Program IJD merupakan salah wilayah paling tertinggal di Kabupaten Bogor, dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) paling rendah di Kabupaten Bogor.

"Sukamakmur merupakan wilayah paling tertinggal di Kabupaten Bogor. Mudah-mudahan setelah diperbaiki jalannya oleh Kementerian PUPR, wilayah ini semakin makmur," kata Mulyadi.

Menurut dia, dengan infrastruktur yang baik, diharapkan wilayah Sukamakmur ini dapat menggairahkan perekonomian dari sektor pariwisata, maupun kuliner.

"Kita apresiasi Pak Menteri (Basuki Hadimuljono). Jika memungkinkan, pada 2024 jalan ini tersambung sampai Citeureup. Sehingga, masyarakat tidak perlu lewat Jalan Raya Puncak jika ingin ke Cianjur," ucapnya.

Sementara, Menteri PUPR memaparkan, terdapat 15 ruas jalan dan jembatan di Jawa Barat masuk program IJD tahun ini, dengan toal anggaran lebih dari Rp360 miliar. Dua di antaranya terdapat di Kabupaten Bogor, Yakni ruas Jalan Sukamakmur-Sukawangi dan ruas Jalan Mengker-Gunungbatu.

Menurut dia, dipilihnya ruas jalan ini, untuk meningkatkan konektivitas dari Kabupaten Bogor dengan Cianjur, demi mendukung peningkatan jalur logistik, sekaligus mengurangi kemacetan di Jalan Raya Puncak, serta pengembangan objek wisata baru di Kabupaten Bogor.

"Yang dua di Kabupaten Bogor batas Cianjur ini, totalnya 11 kilometer. Tahun 2024 pun IJD akan diteruskan. Untuk tahun ini, ditargetkan selesai Desember," kata Basuki.

Program Inpers Jalan Daerah di seluruh Indonesia totalnya mencapai 2.800 kilometer dan 2.300 meter jembatan pada 2023 ini dengan total anggaran senilai Rp14,6 triliun.

Sementara, Pj Gubernur Jabar Bay Machmudin mengatakan, jalan yang dibangun melalui IJD ini bisa menjadi jalur alternatif di saat kawasan wisata Puncak mengalami kemacetan.

"Untuk tahap awal 11 kilometer, nanti bertahap sampai (Kecamatan) Citeureup, ini bukti bahwa negara hadir, pemerintah juga memperhatikan jalan-jalan daerah untuk diperbaiki," ujar Bey.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement