Sabtu 09 Sep 2023 23:58 WIB

Tekan Angka Stunting, Danone Indonesia Luncurkan Program Isi Piringku

Program Isi Piringku Danone menggandeng komunitas ibu dan PKK di Banyuwangi

Program Isi Piringku Danone menggandeng komunitas ibu dan PKK di Banyuwangi
Foto: dok istimewa
Program Isi Piringku Danone menggandeng komunitas ibu dan PKK di Banyuwangi

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Permasalahan stunting menjadi salah satu isu yang masuk dalam agenda prioritas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Penyebabnya, menurut data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, Kabupaten Banyuwangi memiliki angka stunting 18.8 persen. Angka ini masih di bawah target RPJMN 2022-2024, yaitu 14 persen.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan permasalahan stunting diakibatkan praktik pengasuhan yang kurang baik, kurangnya akses pangan bergizi, juga terbatasnya layanan kesehatan, air bersih juga sanitasi.

Amir Hidayat pun mengapresiasi Danone Indonesia yang memberikan dukungan dalam upaya penanganan stunting di Kabupaten Banyuwangi. Salah satu bentuk dukungan tersebut dengan mengadakan peluncuran program Isi Piringku dengan menggandeng komunitas ibu dan PKK sebagai garda terdepan pencegahan stunting yang dilaksanakan pada 24 Agustus 2023.

Dalam sambutannya, Amir menyampaikan permasalahan stunting tidak hanya menjadi prioritas nasional, tetapi juga menjadi prioritas pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dengan terus berupaya menekan angka kasus stunting.

“Dukungan ini akan melengkapi upaya pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menurunkan angka stunting Kabupaten Banyuwangi sehingga dapat mencapai target nasional, yaitu 14 persen,” kata dia dalam pernyataan tertulis, Jumat (8/9/2023).

Health & Nutrition Senior Manager Danone Indonesia Rizki Pohan menjelaskan bahwa Danone Indonesia, memiliki misi membawa kesehatan ke sebanyak mungkin orang. Misi ini dijalankan lewat Danone Impact Journey, dengan salah satu pilarnya berfokus pada kesehatan.

“Bentuk nyata dukungan Danone Indonesia terhadap kesehatan dituangkan lewat program Isi Piringku yang akan diselenggarakan di Banyuwangi selama empat bulan ke depan. Akan dilakukan pengukuran, bagaimana dampak yang diterima sebelum dan setelah program ini berjalan. Dalam kegiatan peluncuran ini, diadakan pula pelatihan yang membahas tentang tumbuh kembang dan pola asuh anak dalam pencegahan stunting.

Pertumbuhan dan perkembangan anak dibentuk dalam seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode ini memengaruhi perkembangan fisik hingga perkembangan kognitifnya.

Seribu HPK dihitung dari masa kehamilan hingga usia dua tahun pertama. Gangguan hingga kekurangan nutrisi dan gizi dalam periode ini dapat mengakibatkan stunting hingga permasalahan tumbuh kembang anak.

Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Ina Adriatul Masulah menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak dapat dibagi menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri atas ras, genetik, keluarga, dan umur.

Sementara itu, faktor eksternal atau faktor luar yang dapat kita kontrol dibagi lagi menjadi faktor prenatal, faktor persalinan, hingga faktor pascanatal, sehingga perlu memastikan kecukupan gizi sejak masa sebelum dan selama kehamilan, masa kelahiran hingga setelah kelahiran.

Pedoman Isi Piringku terdiri atas makanan pokok, yakni sumber karbohidrat dengan porsi 2/3 dari 1/2 piring. Lalu dilengkapi dengan lauk pauk dengan porsi 1/3 dari 1/2 piring.

Setengah piring lainnya diisi dengan proporsi sayur-sayuran dengan porsi 2/3 dan buah-buahan dengan porsi 1/3. Panduan makan sehat tersebut tidak hanya membuat kenyang, tetapi juga memastikan tubuh sehat dan cukup gizi.

“Kita harus upayakan 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang optimal, gizi tepat dan pencegahan penyakit. Karena, masalah gizi secara langsung dipengaruhi oleh asupan makan juga kondisi kesehatannya," kata Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Rahayu Siswati.

Direktur Spektra Roni Sya’roni memaparkan bahwa dalam menjalankan program Isi Piringku di Kabupaten Banyuwangi, Danone Indonesia berkolaborasi dengan SPEKTRA, lembaga swadaya masyarakat yang bergerak bidang pemberdayaan kesehatan, pendidikan, hingga studi dan advokasi pembangunan.

“Kegiatan Isi Piringku di Kabupaten Banyuwangi tidak hanya akan berhenti di kegiatan hari ini, selanjutnya SPEKTRA akan melakukan kegiatan pendampingan ke masyarakat dan membagikan media edukasi maupun praktik Isi Piringku,” kata Roni.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement