Rabu 30 Aug 2023 00:37 WIB

ICMI Undang Ganjar, Anies dan Prabowo Adu Gagasan Bangun Indonesia Timur

Diskusi diharap produktif dengan ide dan gagasan cemerlang membangun kawasan timur.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Agus Yulianto
Ketua Umum ICMI, Arif Satria.
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Ketua Umum ICMI, Arif Satria.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) akan mengundang tiga capres potensial kontestan Pilpres 2024. Baik Ganjar, Anies maupun Prabowo diajak untuk beradu gagasan dalam membangun Indonesia timur.

Ketua Umum ICMI, Arif Satria mengatakan, ICMI mengajak mereka beradu gagasan dalam diskusi bertajuk Dialog Cendekia. Rencananya, digelar bersama Silaturahmi Kerja Nasional ICMI di Makassar, Oktober 2023.

"Kita ingin mendengar visi, misi dan strategi mereka, khususnya dalam membangun timur Indonesia yang selama ini belum semaju barat Indonesia. Kita ingin mendengar gagasan brilian Mas Anies, Mas Ganjar dan Mas Prabowo," kata Arif lewat rilis yang diterima Republika, Selasa (29/8).

Arif menuturkan, acara dialog yang bertemakan 'Membangun Indonesia Dari Timur' itu akan dihadiri setidaknya 1.000 orang cendekiawan muslim. Yang mana, mewakili pengurus ICMI seluruh Indonesia dan tokoh-tokoh nasional.

Dia berharap, diskusi sangat produktif dengan ide dan gagasan cemerlang dalam membangun kawasan Timur Indonesia. Apalagi, ia menekankan, mereka yang hadir merupakan pakar-pakar di bidang keilmuannya masing-masing.

Singkatnya, lanjut Arif, pakar-pakar 'dunia-akhirat' akan berkontribusi aktif dalam diskusi itu. Karenanya, ICMI berharap, baik Ganjar Pranowo, Anies Baswedan maupun Prabowo Subianto hadir memenuhi undangan itu.

"Agar kita dapat diyakinkan visi pembangunan yang mereka miliki," ujar Arif.

Dia mengingatkan, wilayah Indonesia timur terdiri dari lebih 9.000 pulau, 5.000 sungai lebih dari separuh luas wilayah daratan Indonesia sebesar 1,91 juta kilometer. Serta, perairan Indonesia 6,32 juta kilometer.

Jadi, banyak sektor unggulan lain yang potensinya sangat bagus menjadi modal pembangunan kawasan tersebut. Termasuk, dari sektor agro maritim serta sektor pariwisata dan ekonomi kreatif punya peluang cukup bagus.

"Belum lagi potensi tambang dan kekayaan sumber daya alamnya, di mana 10 dari 15 perusahaan tambang terbesar Indonesia ada di timur Indonesia," kata Arif.

Berbagai potensi ekonomi itu menegaskan betapa Indonesia bagian timur memiliki potensi yang besar untuk berperan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional masa depan. Karenanya, penting mendapatkan perhatian.

Ia menegaskan, siapapun yang terpilih nanti sepantasnya terus membenahi dan meningkatkan kualitas infrastruktur dan SDM. Menunjang pengembangan dan keberlanjutan ekonomi dan industri di Indonesia bagian timur.

Itu perlu dibarengi upaya-upaya kongkrit mengatasi berbagai kesenjangan. Di bidang pelayanan dan kualitas pendidikan, pelayanan dan kualitas kesehatan, ketersediaan air bersih dan sanitasi dan lain-lain.

Ia meyakini, bila pembangunan ekonomi di Indonesia timur sesuai prinsip adil dan merata, maka ekonomi di sana bertumbuh pesat. Serta, menjadi fondasi kokoh bagi pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Arif menambahkan, ICMI akan selalu hadir memberi solusi dan kontribusi terbaik bagi bangsa. Berlandaskan keislaman dan keindonesiaan, berbasis kecendekiaan, berperan aktif mendorong kebaikan untuk bangsa dan negara.

"Dan masyarakat bisa mengetahui apakah harapan itu ada pada salah satu bacapres itu atau tidak, maka diharap ketiganya akan hadir di Silaknas ICMI 2023," ujar Arif. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement