Jumat 16 Jun 2023 22:47 WIB

Kartu Prakerja Bantu Perempuan Berdaya

Banyak peserta kartu prakerja perempuan menjadi telemarketer.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Erdy Nasrul
Bincang temu alumni Kartu Prakerja dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (16/6/2023)
Foto: Republika/Fergi Nadira
Bincang temu alumni Kartu Prakerja dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (16/6/2023)

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON - Direktur Eksekutif Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, program pelatihan prakerja menghadirkan jenis-jenis pelatihan yang dapat dipelajari perempuan di rumah. Seperti tercatat bahwa angka perempuan yang ikut program ini mencapai 54 persen.

"Kesadaran perempuan untuk mengembangkan keterampilan semakin meningkat, kemudian perempuan juga bisa bekerja dari rumah dengan sejumlah pekerjaan yang dapat dipilih," kata Denni kepada wartawan di Cirebon pada Jumat (16/6/2023).

Baca Juga

Menurut dia, banyak peserta kartu prakerja perempuan menjadi telemarketer atau yang berkelindan dengan dunia pelayanan seperti customer service. Sebab banyak toko online yang membutuhkan keterampilan dari customer service.

"Nah, jadi dukungan customer service itu lah yang perempuan bisa lakukan dari rumah dengan bantuan teknologi," katanya.

Selain itu, banyak perempuan mengikuti pelatihan copywriter yang bisa dilakukan dari rumah. Programer, penulis, desain grafis, dan bahkan berjualan juga bisa dilakukan dari rumah.

"Jadi dengan teknologi, bisa menjembatani perempuan-perempuan untuk punya skill dan kemudian berproduksi dari rumah. Sehingga kemudian tingkat partisipasi perempuan meningkat," ujarnya.

"Dan kita lihat tiga tahun ini sudah naik, dari 51 persen ke 54 persen tingkat partisipasi perempuan dan kita ingin melihat lebih besar lagi," tutupnya.

Salah satu alumni prakerja adalah Kabupaten Kuningan, Siti Fauziah mengaku sangat terbantu dengan adanya program prakerja ini. Dia mengikuti pelatihan copywriting untuk mendapatkan ilmu berjualan di media sosial.

"Saya ada usaha aneka olahan ikan patin dibikin abon, tadinya saya gaptek apalagi jualan di online, nah saya ambil pelatihan copywriting untuk iklan dan dari sana saya dapat ilmu dan saya terapkan di produk saya," kata Siti kepada Republika usai acara bincang tem alumni Prakerja dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Jumat.

Seanda dengan Siti, alumni prakerja gelombang ke-46, Meilani (23 tahun) mengatakan mendapatkan manfaat oleh program ini. Sebagai seorang fresh graduate, dia kini memiliki skill tambahan sehingga bisa bekerja di tempat baru.

"Lulusan baru itu kan membutuhkan skill penunjang, oleh karena itu kita jadi semakin percaya diri apalagi dengan mengikuti pelatihan di program kartu prakerja ini. Sekarang saya sudah bekerja di sebuah lembaga di Kota Cirebon," ujarnya pada saat yang sama.

Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan untuk pencari kerja, pekerja/buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja, dan/atau pekerja/buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil. Didirikan saat pandemi yaitu tahun 2020, Program Prakerja ini masuk dalam skema semi bantuan sosial (bansos).

"Pada awal pandemi prakerja bersifat semi bansos, harus tolong orang-orang yang lagi kehilangan pekerjaan dan juga dihentikan pekerjaannya. Karena itu, dulu prakerja hanya bisa online," kata Denni.

Berbagai pelatihan yang disediakan dan didanai secara online memiliki tarif sebesar Rp 1 juta, dengan insentif Rp 600 ribu selama empat kali setiap bulannya. Peserta prakerja mendapatkan kemampuan tambahan untuk nantinya diejawantahkan kepada upaya dan usahanya masing-masing.

Sementara itu, tahun ini program prakerja bakal memuat pelatihan luring. Oleh karenanya biaya pelatihan yang diberikan dipatok Rp 3,5 juta menimbang sarana parasaran yang dibutuhkan untuk pelatihan secara tatap muka di sebuah tempat.

"Untuk skema normal, insentifnya hanya satu kali hanya sebesar Rp 600 ribu itu untuk kemudian membantu biaya transportasi, membeli paket data dan lain sebagainya," jelas Denni.

Menko Airlangga mengatakan, Kartu Prakerja adalah satu program yang sangat berpengaruh dalam tiga tahun belakangan. Selain karena selama pandemi, Prakerja merupakan satu-satunya program bansos yang menggunakan pendidikan dan pelatihan.

Program ini dapat diakses oleh lebih dari 100 juta penduduk. Sekurangnya 514 Kabupaten/Kota di Indonesia bisa mendapatkan akses terhadap Kartu Prakerja.

"Penerimanya sudah lebih dari 17 juta, jadi cukup masif dan 50 persennya wanita, dan sebagian besar pendidikannya di bawah SMA. Sesudah lulus itu pelatihan Prakerja kita lihat sebagian mendapatkan pekerjaan baru, sebagian menjadi pengusaha atau UMKM. Nah ini yang ingin kita terus berdayakan," kata Menko Airlangga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement