Senin 15 May 2023 22:20 WIB

Wapres Ingatkan BSI Benahi Sistem Pascainsiden Gangguan

Wapres Ma'ruf Amin mengimbau BSI harus punya sistem yang terbaik.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi (tengah) didampingi RCEO BSI Jakarta 1 Deden Durachman (kanan) berbincang dengan nasabah yang telah selesai menarik uang tunai dari mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Kantor Cabang Jakarta Thamrin, Jakarta, Kamis (11/5/2023). Layanan perbankan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah kembali normal, baik di kantor cabang, mesin anjungan tunai mandiri (ATM) maupun mobile banking sehingga dapat digunakan oleh nasabah untuk bertransaksi.
Foto: Prayogi/Republika
Direktur Utama BSI Hery Gunardi (tengah) didampingi RCEO BSI Jakarta 1 Deden Durachman (kanan) berbincang dengan nasabah yang telah selesai menarik uang tunai dari mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Kantor Cabang Jakarta Thamrin, Jakarta, Kamis (11/5/2023). Layanan perbankan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah kembali normal, baik di kantor cabang, mesin anjungan tunai mandiri (ATM) maupun mobile banking sehingga dapat digunakan oleh nasabah untuk bertransaksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan Bank Syariah Indonesia (BSI) agar membenahi sistem teknologi pascainsiden terganggunya layanan konsumen sekitar tiga hari.

"Ini pengalaman yang kurang bagus ya untuk terjadi hang. Karena itu saya minta BSI membenahi sistem teknologinya, supaya tidak terjadi lagi," kata Ma'ruf di Pulau Untung Jawa, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Senin (15/5/2023).

Baca Juga

Menurut Wapres, sistem teknologi yang baik adalah sistem yang cepat merespons adanya gangguan. Lalu secara cepat mengembalikan atau memperbarui layanan agar tidak lagi rentan diganggu oleh pihak luar.

Sehingga, kata Wapres,insiden terganggunya layanan BSI menimbulkan kesan bagi konsumen bahwa sistem teknologi yang dimiliki saat ini kurang baik. Karena itu, hal itu mesti dibenahi ke depannya oleh manajemen BSI agar tidak merusak kepercayaan konsumen.

 

Ma'ruf mengatakan, memang saat ini layanan BSI sudah pulih. Ini membuktikan bahwa manajemen perusahaan perbankan itu sudah mengantisipasi adanya gangguan terhadap kestabilan layanannya.

Tapi ke depannya kestabilan layanan itu mesti dijaga. Karena tidak hanya BSI, setiap perusahaan perbankan di Indonesia seharusnya memiliki kesiapan lebih dalam mengantisipasi terjadinya upaya-upaya pembajakan terhadap sistem teknologi yang digunakan.

Setelah sempat mengalami gangguan layanan pada Senin (8/5) pekan lalu, layanan transaksi dengan BSI sudah berangsur normal dan pulih sejak Kamis (11/5).

"Gangguan di IT BSI sebenarnya telah dapat dipulihkan (recover operation) segera dan ini merupakan 'response recovery' yang baik. Prioritas utama kami menjaga data dan dana nasabah," kata Direktur Utama BSI Hery Gunardi.

Dirut BSI menjelaskan, pihaknya terus memperkuat keamanan teknologi perseroan dalam divisi khusus yang berada di bawah CISO (Chief Information and Security Officer). CISO kerjanya sama seperti satpam fisik, melakukan ronda, tapi ronda dari sisi teknologi. CISO akan melihat titik-titik lemah (weak point) yang harus ditutup.

Layanan BSI sudah menunjukkan kemajuan signifikan sejak Jumat (12/5), baik di kantor cabang, ATM maupun "mobile banking" khususnya fitur-fitur 'basic' sehingga dapat digunakan oleh nasabah untuk bertransaksi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement