Jumat 28 Apr 2023 04:23 WIB

Inikah Sosok Wanita di Shaf Depan Bersama Pria saat Sholat Berjamaah Pesantren Al Zaytun?

Sholat berjamaah berjarak dan bercampur di Pesantren Al Zaytun viral.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Muhammad Hafil
 Inikah Sosok Wanita di Shaf Depan Bersama Pria saat Sholat Berjamaah Pesantren Al Zaytun? Fofo:  Viral sholat campur laki-laki dan perempuan di Zaytun
Foto: republika
Inikah Sosok Wanita di Shaf Depan Bersama Pria saat Sholat Berjamaah Pesantren Al Zaytun? Fofo: Viral sholat campur laki-laki dan perempuan di Zaytun

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, Rabu (26/4/2023), menemui pimpinan Pesantren Al Zaytun. Di sana, tim Kemenag menerima klarifikasi soal tata cara sholat Idul Fitri berjamaah yang viral di media sosial.

Salah satu tata cara sholat yang disoroti itu adalah soal dicampurnya shaf sholat antara pria dan wanita. Dan, wanita itu ditempatkan di bagian depan bersama jamaah pria.

Baca Juga

Terkait adanya seorang jamaah perempuan di barisan depan jamaah laki-laki, pihak Kemenag Indramayu mendapat penjelasan bahwa hal itu sebagai bentuk pemuliaan terhadap perempuan.

‘’Jadi perempuan tidak mesti berada di sudut ujung beradanya. Itu pemahaman dia. Dan kami menghargai pemahaman dan pola pikir beliau terkait memuliakan perempuan,’’ kata Kasubag TU Kantor Kemenag Kabupaten Indramayu, Aan Fathul Anwar kepada Republika, Kamis (27/4/2023).

 

Bahkan, lanjut Aan, pimpinan Mahad Al-Zaytun malah bertanya balik tentang kesalahan dalam memuliakan perempuan.

‘’Dan perempuan yang ada di samping saya itu perempuan yang sangat saya muliakan sekali. Apakah salah ketika saya memuliakan seorang perempuan?,’’ kata Aan menirukan ucapan pimpinan Mahad Al-Zaytun.

Aan mengaku tidak menanyakan secara langsung kepada pimpinan Mahad Al-Zaytun mengenai identitas jamaah perempuan tersebut. Namun dari informasi yang diperolehnya dari sumber lain, jamaah perempuan tersebut merupakan istri dari Syekh Panji Gumilang.

Aan pun mengaku sudah menyampaikan pernyataan pengurus MUI Pusat, yang menyatakan bahwa sholat yang didalamnya bercampur jamaah laki-laki dan perempuan itu merupakan makruh, meski sholatnya tetap sah.

Namun, lanjut Aan, pihak Al Zaytun menyatakan bahwa hal itu merupakan sebuah pilihan. Pasalnya, makruh bersifat abu-abu.

‘’Dan sholat Id itu sunah. Kenapa yang sunah harus dipermasalahkan?,’’ kata Aan kembali menirukan ucapan pimpinan Mahad Al-Zaytun

Penjelasan dari Al Zaytun itu disampaikan saat sejumlah pejabat Kemenag Indramayu bersilaturahim dengan Pimpinan Mahad Al-Zaytun Indramayu, Syekh Panji Gumilang, di Mahad Al-Zaytun, Rabu (26/4/2023).

‘’Alhamdulillah diterima sangat baik. Kami diterima langsung oleh Syekh Panji Gumilang,’’ kata Aan, saat ditemui di ruang kerjanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement