Kamis 02 Mar 2023 16:16 WIB

BPIP: Pembinaan Ideologi Pancasila Perlu Lebih Menyasar Generasi Muda

materi pembinaan ideologi Pancasila perlu disajikan lewat konten audio visual

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Direktur Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan BPIP, Aris Heru Utomo.Aris Heru Utomo mengaku prihatin dengan tindakan kekerasan yang terjadi di kalangan antaremaja. Aris mengatakan pendekatan pembinaan ideologi Pancasila perlu lebih menyasar kepada generasi muda.
Foto: Dok pribadi
Direktur Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan BPIP, Aris Heru Utomo.Aris Heru Utomo mengaku prihatin dengan tindakan kekerasan yang terjadi di kalangan antaremaja. Aris mengatakan pendekatan pembinaan ideologi Pancasila perlu lebih menyasar kepada generasi muda.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Direktur Pengkajian Materi Pembinaan Ideologi Pancasila Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Aris Heru Utomo mengaku prihatin dengan tindakan kekerasan yang terjadi di kalangan antaremaja. Aris mengatakan pendekatan pembinaan ideologi Pancasila perlu lebih menyasar kepada generasi muda.

"Jadi memang targetnya sebetulnya adalah generasi muda, karena kan generasi muda ini paling tidak sekitar 149 juta nih kalau itu diabaikan saya pikir kita akan sulit menyasar,  apalagi mereka ini harapan masa depan indonesia , pemimpin masa depan Indonesia, jadi kami kedepan ke sana," kata Aris saat ditemui wartawan di Kantor Bupati Sleman, Kamis (2/3).

Aris menambahkan, apalagi hal tersebut sesuai dengan arahan presiden bahwa pendekatan kepada generasi muda wajib dilakukan melalui berbagai media,  baik melalui musik, film, olahraga, hingga kuliner dan lain sebagainya. Termasuk menyajikan materi pembinaan ideologi Pancasila lewat konten audio visual.

"Mungkin  kita perlu juga masukan dari publik untuk bagaimana materi-materi khususnya untuk anak-anak muda ini perlu segera dibuat dengan kondisi kekinian. Apalagi kemarin juga banyak kasus pemukulan kekerasan, ini juga memperlihatkan bagaimana ada semacam keterlepasan antara orang tua dan anaknya dalam hal pendidikan, jadi ya ini juga  menjadi keprihatinan kita bersama," ucapnya.

Saat ditanya terkait seberapa efektif Pancasila mampu menekan kenakalan remaja, Aris mengatakan efektifitas sangat tergantung dengan metode yang digunakan. Menurutnya perlu metode yang tepat dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada para anak muda. 

"Kita nggak bisa misalnya metode ceramah terus menerus, tapi juga perlu misalnya pendampingan. Kami  juga tahun lalu membuat yang namanya metode lewat digital, kami membuat ke beberapa sekolah masuk literasi digital, kami mengenalkan bagaimana menangkal hoaks dan lain-lain, apa sih kaitannya hoaks dan Pancasila, ini coba kami masukan itu dengan cara-cara kekinian," jelasnya.

Aris mengungkapkan ke depan BPIP juga akan melakukan pendekatan penanaman nilai Pancasila melalui game. Hal tersebut mengingat banyak orang tua saat ini yang sudah memperkenalkan gawai kepada anak-anak mereka.

"Kami saat ini dalam rangka masih penjajakan lewat game, jadi bagaimana anak-anak sejak awal itu sudah mengenal Pancasila lewat permainan. Apalagi sekarang banyak balita sudah dibekali itu supaya diam, kalau bisa dimasukan lewat situ akan lebih efektif, tapi tentunya perlu peran serta masyarakat secara luas," ungkapnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement