Rabu 01 Mar 2023 23:12 WIB

Waspada Jejak Digital Anda agar Karier Masa Depan tak Terganjal

Jejak digital akan dijadikan pertimbangan dunia kerja

Ilustrasi media sosial. Jejak digital akan dijadikan pertimbangan dunia kerja
Foto: Pixabay
Ilustrasi media sosial. Jejak digital akan dijadikan pertimbangan dunia kerja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Jejak digital adalah jejak data yang diperoleh ketika seseorang menggunakan internet, bentuknya yaitu unggahan konten, aktivitas berbagi pesan, tinggalan komentar dan aktivitas perbankan. 

Jejak digital sangat penting karena dapat mengungkapkan banyak hal tentang kita, karena jejak digital dapat dilacak, dianalisis dan membangun gambaran profil. Hal ini disampaikan Nurul Arifin Anggota Komisi I DPR RI dalam kesempatannya di Webinar Aptika Kominfo, Selasa (28/2/2023).

Baca Juga

 

“Jejak digital dapat mengungkapkan begitu banyak hal tentang diri kita. Karena berasal dari aktivitas daring, jejak digital dapat dilacak, dianalisis, dan digunakan untuk membangun gambaran profil yang sesuai dengan lokasi, kelompok sosial, perilaku, dan minat kita,” kata Nurul Arifin. 

 

Jejak digital sering dijadikan sebagai tolak ukur SDM Perusahaan dalam menyeleksi kandidat. Indikator yang dilihat seperti kalimat yang diunggah, foto, interaksi serta lingkaran pertemanan. 

Jejak digital yang kurang baik dapat merugikan pelamar kerja,  namun jejak digital yang baik dapat membantu memperkuat potensi. 

 

“Bagaikan dua sisi mata uang, jejak digital dapat membantu memperkuat potensimu, tetapi di sisi lain juga dapat merugikan diri sendiri jika tidak berhati-hati dalam menggunakannya,” ujar Nurul. 

 

Nurul juga menyampaikan tips melidungi rekam jejak digital. Pintar dalam menggunakan internet. Pikirkan ulang apa yang akan kamu unggah ke media sosial agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Jangan mengunggah informasi sensitif seperti nomor KTP, PIN, kata sandi, alamat rumah, nomor telepon dan tanda tangan, dan sebagainya.

 

“Pengguna harus kuat dalam hal keamanan pastikan membuat password yang sulit ditebak dan tidak membagikannya ke orang lain. Pengguna juga disarankan mengaktifkan verifikasi dua langkah (two-step verification) untuk menjaga keamanan,” kata Nurul.

 

Lebih lanjut Nurul menambahkan perlu memeriksa ketersediaan informasi pribadi di internet.  

 

“Masukkan namamu di kolom pencarian dan lihat apakah ada identitasmu di dalamnya. Seperti identitas di media sosial FB, Twitter, Instagram, LinkedIn, YouTube, dsb. Untuk menghapus namamu dari mesin pencarian kamu harus meminta izin kepada pengelola data untuk menghapus namamu,” kata Nurul melanjutkan.

Nurul menyampaikan harapannya bahwa kita dapat semakin bijak dalam membagi dan mengunggah data ataupun konten saat berinternet. 

Dia mengingatkan, meskipun memiliki banyak peluang untuk memperkuat potensi diri, jangan sampai rekam jejak digital menjadi bumerang untuk masa depan, Meskipun memiliki banyak peluang untuk memperkuat potensi diri, jangan sampai rekam jejak digital menjadi bumerang untuk masa depan kita.

"Pastikan segala sesuatu yang kita publikasikan dan posting, memiliki manfaat yang positif agar terhindar dari berbagai hal yang tidak kita inginkan,” ujar dia. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement