Ahad 22 Jan 2023 13:40 WIB

Antisipasi Macet Selama Libur Imlek, Arah Lembang Berlaku One Way

Siang ini, polisi kembali menerapkan one way arah ke Lembang.

Kepadatan lalu lintas saat terakhir massa liburan sekolah di Jalan Panorama, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Ahad (8/1/2023). Mengantisipasi kemacetan di saat libur Imlek, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas ke arah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Ahad (22/1/2023).
Foto: Edi Yusuf/Republika
Kepadatan lalu lintas saat terakhir massa liburan sekolah di Jalan Panorama, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Ahad (8/1/2023). Mengantisipasi kemacetan di saat libur Imlek, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas ke arah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Ahad (22/1/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Satuan Lalu Lintas Polres Cimahi menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan wisatawan yang mengarah ke kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada libur Imlek 2023. Rekayasa lalu lintas sudah beberapa kali dilakukan sejak pagi untuk mencegah kepadatan.

"Ini sekarang masih berlangsung, sudah empat kali one way ke arah atas (Lembang), kalau ke bawah (Bandung) sudah dua kali," kata Kepala Satlantas Polres Cimahi AKP Sudirianto di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Ahad (22/1/2023).

Baca Juga

One way diterapkan dari kawasan perbatasan antara Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, sedangkan kendaraan dari arah atas ditahan di sekitar Grand Hotel Lembang. Selain itu, menurut Sudirianto, polisi mengantisipasi sejumlah titik rawan kepadatan, di antaranya di area wisata Farmhouse, Floating Market, hingga di Pasar Panorama Lembang.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement