Rabu 18 Jan 2023 23:36 WIB

Ketemu Jokowi Usai Rakornas, Gibran Sebut Dapat Bekal 2024

Gibran sebut bekal yang ia dapat soal pemetaan di 2024 dari Presiden Jokowi

Rep: Muhammad Noor Alfian/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Walikota Solo Gibran Rakabuming menyebut setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pasca Rakornas kepala daerah dan Forkopimda di Bogor, Selasa (17/1/2023) kemarin mendapatkan bekal yang berkaitan dengan 2024.
Foto: Muhammad Noor Alfian
Walikota Solo Gibran Rakabuming menyebut setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pasca Rakornas kepala daerah dan Forkopimda di Bogor, Selasa (17/1/2023) kemarin mendapatkan bekal yang berkaitan dengan 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menyebut setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pasca Rakornas kepala daerah dan Forkopimda di Bogor, Selasa (17/1/2023) kemarin mendapatkan bekal yang berkaitan dengan 2024.

"(Ngobrol politik?) Banyak-banyak, ya pasca rakornas. Ya pemetaan 2024 no," kata Gibran, Rabu (18/1/2023).

Ketika pertemuan itu berlangsung santer diberitakan bahwa ada banyak soal hujatan atas Jokowi, termasuk soal Emha Ainun Najib atau Cak Nun yang menyamakan Jokowi dengan Firaun. Namun, Gibran menegaskan ada obrolan yang lebih penting ketimbang hal tersebut. 

"Endak, ngobrol sing luwih penting. Misale 2024, luwih penting ya," katanya.

 

Kendati demikian, Gibran tidak merinci isi obrolan tersebut. Namun, ia mengaku mendapatkan bekal akan tetapi masih menyimpannya untuk saat yang tepat.

"Ya yg namanya bekal kan ndak harus dimakan ya. Simpen wae, nek butuh tok wae lg dijipuk," katanya.

Selain itu, saat rakornas berlangsung Gibran menyebut banyak oleh-oleh yang didapatkannya. Mulai dari inflasi hingga pertumbuhan ekonomi, pengangguran, tata kota, ciri khas kota. 

Sebelumnya, dalam Rakornas tersebut Presiden Jokowi menyampaikan sejumlah arahan mengenai ancaman resesi hingga stabilitas jelang Pemilu 2024. Ia mengingatkan seluruh kepala daerah dan pemangku kebijakan di Indonesia berhati-hati pada ancaman resesi. Presiden mengungkapkan, International Monetary Fund (IMF) memprediksi sepertiga perekonomian dunia akan mengalami resesi. 

“Meskipun pertumbuhan ekonomi kita berada pada posisi yang sangat baik, hati-hati, sepertiga ekonomi dunia diprediksi mengalami resesi. Bahkan, untuk negara yang tidak terkena resesi ratusan juta penduduknya merasakan seperti sedang resesi, hati-hati!” ujar Presiden Jokowi. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement