Selasa 10 Jan 2023 16:35 WIB

Marak Belanja Pemilu, Ekonomi RI Diproyeksi Masih Tumbuh 4,9 Persen 

Ekonomi Indonesia diproyeksi akan tumbuh melambat pada 2023.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ahmad Fikri Noor
Komisioner bidang Partisipasi Masyarakat, Sosialisasi, dan Pendidikan Pemilih KPU Kota Blitar Rangga Bisma Aditya (Kanan) membantu penyandang tuna netra memasukkan surat suara pada kotak suara saat sosialisasi Pemilu 2024 terhadap penyandang disabilitas di Blitar, Jawa Timur, Sabtu (15/10/2022). Ekonomi Indonesia diproyeksi akan tumbuh melambat pada 2023. Chief Economist Mandiri Sekuritas Leo Putera Rinaldy memperkirakan ekonomi Indonesia tahun ini akan tumbuh 4,9 persen yoy.
Foto: ANTARA/Irfan Anshori
Komisioner bidang Partisipasi Masyarakat, Sosialisasi, dan Pendidikan Pemilih KPU Kota Blitar Rangga Bisma Aditya (Kanan) membantu penyandang tuna netra memasukkan surat suara pada kotak suara saat sosialisasi Pemilu 2024 terhadap penyandang disabilitas di Blitar, Jawa Timur, Sabtu (15/10/2022). Ekonomi Indonesia diproyeksi akan tumbuh melambat pada 2023. Chief Economist Mandiri Sekuritas Leo Putera Rinaldy memperkirakan ekonomi Indonesia tahun ini akan tumbuh 4,9 persen yoy.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonomi Indonesia diproyeksi akan tumbuh melambat pada 2023. Chief Economist Mandiri Sekuritas Leo Putera Rinaldy memperkirakan ekonomi Indonesia tahun ini akan tumbuh 4,9 persen yoy. 

Sementara, sepanjang 2022, Leo memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,17 persen. Sebagai gambaran, menurut data BPS, pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III 2022 berada di level 5,72 persen yoy. 

Baca Juga

"Ekonomi Indonesia akan tumbuh melambat tapi masih manageable di 4,9 persen secara tahunan," kata Leo, Selasa (10/1/2023).

Menurut Leo, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan ditopang oleh konsumsi yang meningkat terutama menjelang pemilihan umum (pemilu). Belanja untuk kampanye diperkirakan bisa mencapai Rp 119 triliun hingga Rp 270 triliun atau setara 0,6 sampai 1,3 persen dari PDB. 

Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan dua periode pemilu sebelumnya. Peningkatan konsumsi tersebut diperkirakan akan terlihat pada dua kuartal terakhir di 2023 atau beberapa bulan menjelang pemilu.

Pertumbuhan konsumsi juga didukung daya beli masyarakat yang menguat seiring dengan menurunnya inflasi serta meingkatnya pendapatan riil masyarakat. Konsumsi masyarakat diproyeksi akan tumbuh 4 sampai 6 persen secara tahunan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement