Ahad 08 Jan 2023 10:42 WIB

Cerita Eks Penghuni Kampung 1001 Malam Surabaya, Diberi Pekerjaan dan Tinggal di Rusun

Ada 12 orang yang tinggal di rusunawa Sumur Welut telah diberi pekerjaan.

Xiaomi Indonesia bersama Rumah Zakat menyalurkan bantuan Siaga Pangan untuk masyarakat Perkampungan Pemulung di Keputih dan Perkampungan 1001 Malam, Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan.
Foto: Rumah Zakat
Xiaomi Indonesia bersama Rumah Zakat menyalurkan bantuan Siaga Pangan untuk masyarakat Perkampungan Pemulung di Keputih dan Perkampungan 1001 Malam, Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--Belasan kepala keluarga (KK) eks penghuni kolong tol Dupak di Kampung 1001 Malam Kota Surabaya, Jawa Timur, mendapat tempat tinggal layak di rumah susun. Selain itu, merekajuga mendapat pekerjaan dari pemerintah kota setempat.

"Waktu Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) bilang mau memberi pekerjaan itu, saya ragu. Sempat tidak mau awalnya, akhirnya ternyata benar diberi pekerjaan dan tempat tinggal layak," kata salah satu eks penghuni Kampung 1001 Malam, Zulfa Rahmanita Rosidah di Surabaya, Ahad (8/1/2023).

Baca Juga

Untuk saat ini, sudah ada 12 orang yang tinggal Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Sumur Welut telah diberi pekerjaan. Rata-rata, mereka bekerja di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya.

Diketahui Zulfa bekerja di dapur makanan Dinsos Surabaya. Kesehariannya, dia bekerja sebagai juru masak di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Griya Wreda Jambangan. Di Griya Wreda, Zulfa setiap hari sibuk menyiapkan beberapa bahan masakan untuk menu yang dimasak untuk besok harinya.

 

Zulfa bercerita mengenai semasa dirinya tinggal di kolong jembatan. Pengap, debu, dan suasana kumuh sudah menjadi makanan sehari-harinya. "Dari kecil saya di sana, sejak 19 tahun lalu. Saya tinggal bersama nenek dan dua adik saya," kata dia.

Setelah dipindah ke rusun, Zulfa mengaku bersyukur karena hidup lebih layak dan serba berkecukupan.

Senada dengan Zulfa, salah satu eks penghuni kolong tol 1001 Malam, Firmansyah juga berbahagia bisa diberikan pekerjaan yang lebih layak oleh pemkot. Bahkan, kini dia bersama istrinya, Iin Indriyani, serta empat orang anaknya bisa hidup layak di Rusunawa Sumur Welut.

"Dibanding kerjaan saya yang dulu dengan sekarang, jauh berbeda. Yang dulunya jadi pengamen dan terkadang sebagai pemulung, sekarang saya jadi petugas kebersihan di DLH Surabaya," kata Firmansyah.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya mengatakan Pemkot Surabaya tidak asal memindahkan warga dan menertibkan bangunan di kawasan kolong jembatan tol di kawasan Kampung 1001 Malam pada saat itu.

Akan tetapi, kata dia, pemkot juga bertanggung jawab, memberikan jaminan perhatian kesehatan, pendidikan, dan penghasilan kepada warga yang dipindahkan ke Rusunawa Sumur Welut.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement