Ahad 01 Jan 2023 14:54 WIB

Pengunjung Pertama di Candi Borobudur Tanam Pohon dan Lepas Burung

Pengunjung pertama di Canding Magelang melakukan penanaman pohon dan lepas burung.

Pengunjung mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Pengunjung pertama di Canding Magelang melakukan penanaman pohon dan lepas burung.
Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Pengunjung mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Pengunjung pertama di Canding Magelang melakukan penanaman pohon dan lepas burung.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Pengunjung pertama Candi Borobudur tahun 2023 baik wisatawan nusantara maupun mancanegara diberi kesempatan untuk menanam pohon tejo dan melepas burung merpati di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Berdasarkan pantauan di Magelang, Ahad (1/1/2023), pengunjung pertama untuk wisatawan nusantara atas nama Dwi Wibowo bersama keluarga dan pengunjung pertama wisatawan mancanegara atas nama Derrick dan Yichen dari Amerika Serikat.

Baca Juga

Derrick menyampaikan dirinya merasa terhormat untuk bisa menanam pohon di sini dan menjadi harapan baik untuk ekologi di Indonesia. "Ini pengalaman luar biasa untuk kami dengan penanaman pohon seperti ini, semoga akan menjadikan lebih baik lagi bagi Indonesia ke depan," kata Derrick.

General Manager Unit Borobudur PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) Jamaludin Mawardi menyampaikan pagi hari ini seperti tradisi yang sudah dilakukanTWC setiap awal tahun memberikan apresiasi kepada pengunjung pertama tahun 2023.

 

"Apresiasi ini kami berikan kepada wisatawan nusantara maupun asing dengan memberikan kejutan dan penghormatan karena tamu adalah aset bagi kami untuk diberikan layanan sebaik-baiknya. Khusus tamu pertama ini memang kami ingin memberikan suatu kejutan kepada mereka," katanya.

Ia menyampaikan substansi pemberian apresiasi ini terkait dengan pariwisata ramah lingkungan (greentourism). Wisatawan dari Amerika itu merasa antusias apalagi ini dikaitkan isu lingkungan, ternyata di Borobudur juga ada kepedulian terhadap lingkungan.

"Green tourism kami harapkan bisa diimplementasikan, ada peranan dari wisatawan. Mereka kami beri kesempatan tanam pohon tejo," katanya.

Selain menanam pohon, mereka juga mendapat kesempatan berinteraksi dengan gajah milik PT TWC dengan memberikan pakan gajah. Hal ini suatu kejutan dan belumtentu kesempatan ini diberikan di tempat lain.

"Kami juga berikan buku tentang Borobudur, Prambanan dan Boko. Mereka juga dapat makan pagi di Manohara, karena mereka berangkat pagi belum sarapan maka tamu pertama kami berikan pelayanan dengan makan pagi. Jadi totalitas dari masuk sampai keluar kami berikan pelayanan sebaik-baiknya," katanya.

Ia berharap dengan pencabutan PPKM, kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur menjadi meningkat lagi. Dia menilai ini menjadi harapan semua pihak, kebangkitan pariwisata yang sudah diawali pencabutan PPKM tentu masyarakat diberi kebebasan untuk bisa melakukan perjalanan wisata termasuk ke Candi Borobudur.

"Dampak yang kami rasakan tentu peningkatan wisatawan berkunjung," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement