Rabu 21 Dec 2022 19:00 WIB

Yogyakarta Siapkan Paket Wisata Terintegrasi Jelang Libur Nataru

Yogyakarta siapkan paket wisata terintegrasi di lima kabupaten/kota.

Pegunjung berwisata di Candi Prambanan, Sleman, D.I Yogyakarta.
Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Pegunjung berwisata di Candi Prambanan, Sleman, D.I Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan paket wisata yang terintegrasi di lima kabupaten/kota di provinsi ini menyambut masa libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. "Dengan paket itu wisatawan diharapkan tidak terkonsentrasi hanya di pusat Kota Yogyakarta seperti Malioboro, tapi bisa tersebar di empat kabupaten, dan satu kota," kata Ketua DPD GIPI DIY Bobby Ardiyanto di Yogyakarta, Rabu (21/12/2022).

Bobby meyakini kolaborasi pelaku pariwisata di lima kabupaten/kota mampu meningkatkan lama tinggal (length of stay) para wisatawan di DIY yang hingga kini masih rendah. Menurut dia, hingga kini lama tinggal wisatawan di DIY belum mampu menyentuh dua hari atau rata-rata 1,5 sampai 1,7 hari.

Baca Juga

"Dengan 'menjahit' wisata di empat kabupaten/satu kota minimal wisatawan bisa tinggal tiga hari dua malam, atau empat hari tiga malam, syukur bisa lima hari empat malam," kata dia.

Ia mengatakan, tingkat lama tinggal menjadi konsentrasi pelaku wisata karena bakal mempengaruhi tingkat belanja para wisatawan selama di Yogyakarta. "Sekarang kami tidak berpikir berapa banyak kunjungan, tapi berapa besar tingkat spending money (pengeluaran) wisatawan di Yogyakarta," kata Bobby.

Menurut Bobby, pemerintah kabupaten baik Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman dan Kota Yogyakarta perlu meningkatkan fasilitas atau sarana prasarana pendukung yang membuat wisatawan rela tinggal lebih lama di wilayahnya. Beberapa kabupaten, kata dia, mulai memperkuat amenitasatau fasilitas pendukung seperti desa wisata, home stay, hingga hotel kemudian asosiasi juga memberi pendampingan agar kualitas pelayanan meningkat.

"Sekarang sudah bukan waktunya berjalan sendiri-sendiri. Lama tinggal wisatawan kita masih rendah sehingga butuh kolaborasi empat kabupaten, satu kota," kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement