Senin 19 Dec 2022 14:40 WIB

Wali Kota Bandung Imbau Warga tidak Berlebihan Rayakan Tahun Baru

Warga Bandung diminta tak rayakan Tahun Baru berlebihan antisipasi penularan Covid-19

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Christiyaningsih
Wali Kota Bandung Yana Mulyana di Balai Kota Bandung. Ilustrasi.
Foto: Republika/M Fauzi Ridwan
Wali Kota Bandung Yana Mulyana di Balai Kota Bandung. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengimbau masyarakat tidak merayakan tahun baru 2023 secara berlebihan. Sebab penyebaran kasus Covid-19 masih berlangsung di Kota Bandung.

"Sebaiknya nggak ada euforia, perayaan nataru," ujarnya kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Senin (19/12/2022).

Baca Juga

Selain itu, Yana meminta agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan saat merayakan perayaan tahun baru. "Tetap protokol kesehatan," katanya.

Terkait dengan pengamanan perayaan natal dan tahun baru 2023, ia mengatakan pihaknya ikut membantu petugas TNI dan Polri. Satpol PP Kota Bandung dan Dishub akan turut membantu kerja-kerja pengamanan. "Silakan dirayakan tanpa euforia dan tetap prokes," jelasnya.

Pusat data dan informasi Covid-19 Kota Bandung mencatat konfirmasi aktif mencapai 675 kasus. Total konfirmasi mencapai 102.740 kasus.

Kasus konfirmasi sembuh 100.580 kasus dan konfirmasi meninggal dunia sebanyak 1.485 kasus. Sementara itu, ratusan petugas satpol PP Kota Bandung akan ikut melakukan pengamanan perayaan natal dan tahun baru 2023.

Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kota Bandung Idris Kuswandi mengatakan petugas akan dikerahkan maksimal untuk mengawasi perayaan natal dan tahun baru. Sejumlah gereja dan titik keramaian akan diawasi selama perayaan tersebut.

"Kita bagi-bagi mapping yang perlu diawasi ada 22 gereja, di malam tahun baru massa akan terkonsentrasi di Alun-Alun, Tegallega, beberapa taman Braga, Cicendo, Ujung berung," ujarnya, Kamis (15/12/2022).

Idris melanjutkan sebanyak tiga perempat dari total 700 personel akan turun ke lapangan melakukan pengawasan. Pihaknya bersama aparat kepolisian, Diskar PB, dan PMI akan melakukan pengamanan nataru.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement