Jumat 16 Dec 2022 17:03 WIB

Pemprov Jateng Gelar Edukasi Pangan Aman di Pesantren

Pemprov Jawa Tengah menggelar edukasi pangan yang aman di pondok pesantren.

Sejumlah santri memakan ikan makarel secara serentak. Pemprov Jawa Tengah menggelar edukasi pangan yang aman di pondok pesantren.
Foto: Antara/Syaiful Arif
Sejumlah santri memakan ikan makarel secara serentak. Pemprov Jawa Tengah menggelar edukasi pangan yang aman di pondok pesantren.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang menggelar kegiatan edukasi mengenaimutu dan keamanan pangan di lingkungan pondok pesantren.

"Ini pertama kali adanya sosialisasi terkait keamanan makanan dan jajanan di pondok pesantren di Jateng," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menyampaikan sambutan dalam acara "Edukasi Pangan dan Jajanan Aman dan Bermutu di Ponpes" di Semarang, Jumat (16/12/2022).

Dia mengatakan, kegiatan edukasi ditujukan untuk meningkatkanperhatian terhadap upaya penyediaan pangan yang bersih, sehat, dan aman di lingkungan pondok pesantren.

"Kegiatan edukasi ini juga digencarkan di pesantren. Mereka juga harus menginisiasi untuk pertemuan-pertemuan berikutnya, dan nanti bisa dikerjasamakan dengan Dinas Kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota, serta narasumber dari BPOM dan lainnya," kata dia.

Selain menyampaikan pentingnya penyediaan pangan yang bersih, sehat, dan aman, Wakil Gubernur mengingatkan warga untuk menerapkanCek KLIK atau Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa saat membeli produk pangan dan obat-obatan.

"Dengan melakukan Cek KLIK, diharapkan masyarakat terhindar dari obat dan makanan yang berbahaya dan tidak memenuhi syarat," katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang Sandra M.P Linthin menjelaskan bahwa program pengawasanjajanan telah dijalankan sejak tahun 2012 guna memastikan siswa sekolah mengonsumsi jajanan yang sehat dan aman.

Menurut dia, program intervensi BBPOM Semarang selama tahun 2022 telah menjangkausekitar 3.000 sekolah, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, di wilayah Jawa Tengah.

"Kami akan memasuki pesantren-pesantren. Nanti kami mohon bisa berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag, kami bisa mendapatkan data pesantren-pesantren mana saja yang akan kami utamakan, khususnya dengan jumlah santri yang banyak," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement