Jumat 16 Dec 2022 04:20 WIB

Polres Lhokseumawe Gagalkan Pelarian Imigran Rohingya

Petugas menangkap tiga orang yang diduga melarikan imigran Rohingya

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Sejumlah pengungsi etnis Rohingya beristirahat di balai Desa Alue Buya Pasie, Jangka, Kabupaten Bireun, Aceh. Ilustrasi.
Foto: ANTARA/Rahmad
Sejumlah pengungsi etnis Rohingya beristirahat di balai Desa Alue Buya Pasie, Jangka, Kabupaten Bireun, Aceh. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH - Personel Polres Lhokseumawe, Aceh menggagalkan pelarian sejumlah imigran Rohingya dari tempat penampungan sementara di gedung eks kantor imigrasi setempat. Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto mengatakan dalam operasi penggagalan tersebut, petugas menangkap tiga orang yang diduga melarikan imigran Rohingya.

"Petugas menangkap tiga pelaku yang menjemput 10 imigran Rohingya. Kesepuluh imigran Rohingya tersebut sebelumnya melarikan diri dari lokasi penampungan sementara di gedung bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe," kata Henki Iswanto, Kamis (15/12/2022).

Baca Juga

Ketiga pelaku tersebut ditangkap di Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Saat itu, mereka membawa imigran Rohingya ke Medan, Sumatra Utara.

"Untuk inisial pelaku belum dapat kami berikan. Namun tiga pelaku ini merupakan warga lokal Aceh. Mereka ditangkap Kamis (14/12/2022)," kata Henki.

Ia mengatakan selain menangkap tiga terduga pelaku penjemput, polisi juga mengamankan 10 imigran Rohingya. Mereka terdiri delapan laki-laki dan dua perempuan.

"Imigran Rohingya tersebut dijemput tiga pelaku menggunakan dua minibus dengan tujuan transit ke Tanjung Balai, Sumatra Utara dan selanjutnya menuju Malaysia," jelasnya.

Saat ini, kata Kapolres, ketiga pelaku beserta 10 imigran Rohingnya tersebut diamankan di Mapolres Lhokseumawe guna pemeriksaan lebih lanjut. "Petugas akan melakukan pengembangan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Kami juga minta UNHCR meningkatkan pengamanan lokasi penampungan guna mencegah kaburnya imigran Rohingya," katanya.

Sebelumnya, 23 imigran Rohingya berhasil melarikan diri dari lokasi penampungan sementara di bekas kantor Imigrasi Lhokseumawe di Desa Ulee Blang Mane, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. "Untuk 23 imigran Rohingya yang kabur tersebut masih dalam penyelidikan. Petugas masih mencari keberadaan mereka dan kepada masyarakat, kami imbau segera melaporkan jika mengetahui keberadaan mereka," kata Henki.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement