Jumat 25 Nov 2022 00:40 WIB

Donasi Bagi Korban Gempa Cianjur Capai Rp 1,8 Miliar Lebih

Rata-rata kondisi para pengungsi mengalami trauma psikologis akibat gempa

Rep: riga nurul iman/ Red: Hiru Muhammad
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban yang diduga seorang anak di Gedung Madrasah Nurul Iman, Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022). Menurut keterangan orang tua Imas (34) anaknya bernama Asika Nur Fauziah (7) telah hilang saat terjadi gempa berkekuatan magnitudo 5,6 pada Senin 21 November lalu. Hingga hari keempat masih belum ditemukan. Proses evakuasi tersebut ditunda hingga hari esok, akibat tumpukan material bangunan madrasah yang sulit bongkar. Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban yang diduga seorang anak di Gedung Madrasah Nurul Iman, Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022). Menurut keterangan orang tua Imas (34) anaknya bernama Asika Nur Fauziah (7) telah hilang saat terjadi gempa berkekuatan magnitudo 5,6 pada Senin 21 November lalu. Hingga hari keempat masih belum ditemukan. Proses evakuasi tersebut ditunda hingga hari esok, akibat tumpukan material bangunan madrasah yang sulit bongkar. Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR--Pemkab Cianjur menerima donasi dalam membantu korban bencana gempa Cianjur. Di mana total donasi yang diterima hingga Kamis (24/11/2022) siang tercatat sebesar Rp 1.819.615.951.

'' Setelah kami cek ke rekening bjb, sekarang ada 258 donator dan uang sebesar Rp 1.819.615.951,'' ujar Bupati Cianjur Herman Suherman kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Cianjur, Kamis sore. Atas nama pemda menyampaikan terimakasih kepada donatur baik perorangan, lembaga, dinas, kabupaten/kota yang telah memberkan sumbangan.

Baca Juga

Nantinya kata Herman, donasi ini akan digunakan sesuai peraturan yang berlaku. Di mana bantuan ini akan bermanfaat bagi warga dan menjadi amal kebaikan untuk para donatur.

Di sisi lain, bantuan dari berbagai pihak baik swasta dan pemerintah pusat serta daerah lainnya terus berdatangan ke posko utama Pendopo Kabupaten Cianjur. Bantuan mulai dari makanan, minuman, obat-obatan dan lain sebagainya.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Sukabumi membuka posko kesehatan di lokasi pengungsian korban gempa di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur. Selain membuka posko, tim medis IDI Kota Sukabumi juga mendatangi tenda pemgungsian untuk memeriksa kondisi kesehatan warga korban gempa.

Ketua IDI Kota Sukabumi Kote Noordhianta yang datang bersama dokter lainnya ke lokasi pengungsian mengatakan, kondisi para pengungsi mengalami trauma psikologis. '' Rata-rata pengungsi mengalami trauma psikologis akibat gempa,'' kata dia.

Kote menerangkan, para dokter memeriksa lebih dari 100 orang warga yang mengungsi. Baik warga yang di tenda pengungsian maupun datang langsung ke posko yang ada di Cijedil. Posko itu dibangun bersama antara IDI Kota Sukabumi dan Setukpa Lemdikpol Polri Sukabumi.

Anggota IDI Kota Sukabumi Lulis Delawati menambahkan, pengungsi ini membutuhkan perhatian dari semua pohak. Di mana IDI memberikan bantuan untuk penanganan medis kepada korban bencana dan obat-obatan kepada korban bencana.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement