Kamis 17 Nov 2022 02:18 WIB

Pemprov Masih Perketat Masuknya Hewan Ternak ke Bengkulu

Dinas Peternakan dan Kesehatan masih memperketat masuknya hewan ternak ke Bengkulu.

Kondisi terakhir sapi di UPTD Pembibitan dan Pakan Ternak, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu. Dinas Peternakan dan Kesehatan masih memperketat masuknya hewan ternak ke Bengkulu.
Foto: Kementerian Pertanian
Kondisi terakhir sapi di UPTD Pembibitan dan Pakan Ternak, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu. Dinas Peternakan dan Kesehatan masih memperketat masuknya hewan ternak ke Bengkulu.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu masih memperketat kedatangan hewan ternak dari luar wilayah dengan menyertakan surat keterangan sehat hewan atau SKKH guna hindari penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Meskipun saat ini kasus PMK di Provinsi Bengkulu melandai, namun hewan ternak yang ingin masuk ke Bengkulu harus disertai dengan surat keterangan sehat," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu M. Syarkawi di Kota Bengkulu, Rabu (16/11/2022).

Baca Juga

Ia mengatakan, pemeriksaan surat keterangan sehat untuk hewan ternak yang masuk ke Bengkulu dilakukan di wilayah perbatasan seperti di Kabupaten Kaur, Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Mukomuko.

Kemudian, untuk syarat hewan ternak yang datang ke Bengkulu juga wajib disertai surat keterangan vaksin PMK dosis pertama dan kedua. Selain itu, kata dia, pihaknya terus gencar melaksanakan vaksinasi PMK dosis pertama, kedua dan ketiga untuk hewan ternak khusus jenis sapi, kambing dan kerbau.

Saat ini, sebanyak 34.357 hewan ternak di Provinsi Bengkulu telah disuntikvaksin PMK dengan wilayah tertinggi berada di Kabupaten Bengkulu Utara yaitu 7.304 hewan dan wilayah terendah yaitu Kabupaten Lebong sekitar 345 hewan.

"Sampai saat ini vaksinasi PMK untuk hewan ternak masih terus dilakukan oleh dinas peternakan dan dibantu oleh BPBD di daerah masing-masing," ujarnya.

Sisa kasus PMK di Provinsi Bengkulu sekitar 696 kasus dengan wilayah tertinggi berada di Kabupaten Mukomuko mencapai 326 kasus dan Kabupaten Kaur yaitu 262 kasus.

Sedangkan empat wilayah seperti Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Lebong tidak ada penemuan kasus PMK.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement