Jumat 11 Nov 2022 14:23 WIB

Investasi di Jakarta Selama 2022 Sebesar Rp 64,8 Triliun

Angka itu naik 15,7 persen dibandingkan periode sama 2021 sebesar Rp 54,7 triliun.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Suasana gedung bertingkat di kawasan Jakarta, Selasa (12/10/2021).
Foto: ANTARA/Reno Esnir
Suasana gedung bertingkat di kawasan Jakarta, Selasa (12/10/2021).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Realisasi investasi dalam negeri di Provinsi DKI Jakarta mencapai Rp 64,8 triliun selama periode Januari-September 2022. Angka itu naik 15,7 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 54,7 triliun.

"Ini menjadi salah satu bukti transformasi perekonomian melalui kebijakan Undang- Undang Cipta Kerja dan juga keberhasilan Pemprov DKI dalam menangani kasus Covid-19 secara optimal selama dua tahun terakhir," kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI, Benni Aguscandra di Jakarta, Jumat (11/11/2022).

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi penanaman modal oleh investor dalam negeri selama Januari-September 2022 ditanamkan di dalam 19.853 proyek. Realisasi investasi dari investor dalam negeri di Ibu Kota itu menjadi Jakarta berada di posisi pertama untuk investor dalam negeri.

Sementara itu, realisasi penanaman modal asing (PMA) selama periode Januari-September 2022 mencapai 3,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 44,1 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.350 sesuai dengan APBN 2022. Total capaian penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan PMA di Jakarta mencapai Rp108,9 triliun selama periode Januari-September 2022.

Realisasi tersebut meningkat 50,2 persen dibandingkan tahun 2021 dengan nilai Rp 72,5 triliun pada periode yang sama. "Terjaganya pertumbuhan investasi ini membuat kami yakin DKI Jakarta mampu menyentuh target realisasi investasi 2022, sebesar Rp 124,5 triliun," ucap Benni.

Adapun realisasi PMDN terdiri sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi, perdagangan dan reparasi, jasa lainnya, perumahan, kawasan industri dan perkantoran, serta sektor pertambangan. Sedangkan PMA terserap di sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi, perumahan, kawasan industri dan perkantoran, jasa lainnya, perdagangan dan reparasi, serta pertambangan.

Berdasarkan wilayah kota administrasi di Ibu Kota, pada periode Januari-September 2022 realisasi investasi PMA dan PMDN terbesar berada di akarta Selatan dengan realisasi investasi sebesar Rp 53,6 triliun. Kemudian, disusul Jakarta Pusat sebesar Rp 21,19 triliun, dan urutan ketiga ditempati Jakarta Timur dengan investasi Rp 17,76 triliun.

Selanjutnya, Jakarta Utara dengan nilai Rp 9,22 triliun, Jakarta Barat sebanyak Rp7,13 triliun, dan terakhir Kabupaten Kepulauan Seribu dengan realisasi investasi Rp 684 juta.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement