Jumat 11 Nov 2022 08:59 WIB

IHSG Diprediksi Bangkit, Saham ADRO, SMGR hingga ANTM Layak Dipantau

IHSG masih berpeluang rebound dengan target 7.091, 7.135, dan 7.250.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
Investor memantau perdagangan saham melalui gawainya (ilustrasi).
Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA
Investor memantau perdagangan saham melalui gawainya (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Peluang rebound masih terbuka bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (11/11/2022). Potensi ini tercemrin dari lower volume dan penutupan di atas 6.962 low. 

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar menilai, IHSG masih berada di trend bullish selama di atas 6.995. Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan bullish, stochastic netral, di bawah support 6.980, candle lower low

Baca Juga

IHSG masih berpeluang rebound dengan target 7.091, 7.135, dan 7.250 jika bisa ditutup harian di atas 6.980. Namun indeks rawan menuju 6.958, 6.894 jika gagal mencapai target tersebut. 

“Level resistance pada perdagangan Jumat (11/11) yakni di 6.980, 7.073, 7.098, 7.135 dengan support 6.962, 6.917, 6.886, 6.854. Adapun perkiraan range hari ini di rentang 6.920 - 7.030,” kata Andri dalam risetnya, Jumat (11/11/2022).

IHSG  Kembali melemah ke bawah level 7.000 pada penutupan perdagangan kemarin. IHSG memang terpantau melemah sejak awal perdagangan, hingga akhirnya terkoreksi 1,46 persen ke level 6.966,837.

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra mengatakan, sebagian besar indeks bursa regional Asia Pasifik mengalami penurunan, mengikuti pelemahan signifikan bursa Amerika Serikat (AS) pada malam sebelumnya.

Tadi malam, indeks utama Wall Street kompak berbalik ke zona hijau. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat signifikan 3,70 persen, S&P 500 naik sampai 5,54 persen. Sementara Nasdaq menguat lebih tinggi sebesar 7,35 persen. 

AS mencatat inflasi sebesar 7,7 persen year-on-year (YoY) dan 0,4 persen month-on-month ( MoM) untuk Oktober 2022, di bawah eskpektasi. Angka ini juga lebih rendah dibandingkan September 2022 sebesar 8,2 persen yoy. 

Ini merupakan inflasi terendah sejak Januari. Investor berharap bahwa inflasi telah mencapai puncaknya. Hari ini Inggris akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi untuk September 2022.

Berikut merupakan rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk perdagangan hari ini:

1. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

Resistance : Rp 9.500, Rp 9.600, Rp 9.675, Rp 9.900. 

Support: Rp 9.300, Rp 9.100, Rp 9.000, Rp 8.850. 

Rekomendasi: BUY IF BREAK Rp 9.400, target Rp 9.600, Rp 9.675. Stop loss di bawah Rp 9.100.

2. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)

Resistance : Rp  3.560, Rp 3.640, Rp 3.690, Rp 3.800. 

Support: Rp 3.420, Rp 3.350, Rp 3.280, Rp 3.190. 

Rekomendasi: BUY IF BREAK Rp 3.500, target Rp 3.570, Rp 3.680. Stop loss di bawah Rp 3.300.

3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Resistance : Rp 2.060, Rp 2.150, Rp 2.150, Rp 2.220. 

Support: Rp 1.980, Rp 1.910, Rp 1.840, Rp 1.780. 

Rekomendasi: BUY IF BREAK Rp 2.000, target Rp 2.060, Rp 2.100. Stop loss di bawah Rp 1.910

4. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

Resistance : Rp  1.125, Rp 1.180, Rp 1.225, Rp 1.275. 

Support: Rp 1.075, Rp 1.040, Rp 1.000, Rp 965. 

Rekomendasi: BUY IF BREAK Rp 1.090, target Rp 1.125, Rp 1.170. Stop loss di bawah Rp 1.000.

5. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)

Resistance : Rp 8.025, Rp 8.100, Rp 8.225, Rp 8.350. 

Support: Rp 7.925, Rp 7.850, Rp 7.725, Rp 7.600.

Rekomendasi: AKUMULASI BUY target Rp 8.100, Rp 8.150. Stop loss di bawah Rp 7.850

6. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)

Resistance : Rp 2.350, Rp 2.380, Rp 2.450, Rp 2.520. 

Support: Rp 2.300, Rp 2.270, Rp 2.210, Rp 2.140. 

Rekomendasi: BUY Rp 2.300- Rp 2.330, target Rp 2.380, Rp 2.400. Stop loss di bawah Rp 2.250.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement